
Liburan musim dingin Korea Selatan bisa menjadi pengalaman yang sangat berbeda bagi wisatawan dari Indonesia. Suhu yang rendah, udara dingin, dan kemungkinan salju membuat banyak orang yang baru pertama kali datang merasa khawatir, terutama soal kesehatan. Namun, apakah musim dingin di Korea benar-benar aman? Berikut penjelasannya!
Baca juga: Kapan Salju di Korea Turun?
Apakah Liburan Musim Dingin Korea Selatan Berbahaya?
Korea Selatan memiliki musim dingin dengan suhu yang dapat berada di bawah titik beku. Kondisinya juga bisa menjadi jauh lebih dingin ketika terjadi cold wave atau gelombang dingin. Di Seoul, peringatan gelombang dingin dapat dikeluarkan ketika suhu minimum pagi diperkirakan di bawah -12°C selama dua hari atau lebih, sedangkan peringatan yang lebih serius berlaku ketika suhu minimum diperkirakan di bawah -15°C selama periode tersebut.
Lalu, apakah wisatawan bisa sampai meninggal karena kedinginan? Secara medis, paparan dingin ekstrem memang dapat mengancam nyawa, terutama jika tubuh kehilangan panas terlalu banyak dan tidak segera mendapatkan pertolongan. Namun, hal tersebut bukan berarti setiap orang yang berlibur saat winter berada dalam bahaya yang sama.
Dua kondisi yang perlu diketahui adalah hipotermia dan frostbite. Hipotermia terjadi ketika suhu inti tubuh turun terlalu rendah, sedangkan frostbite merupakan cedera jaringan akibat paparan suhu beku. Risikonya meningkat jika seseorang terlalu lama berada di luar, pakaian tidak memadai, tubuh dalam keadaan basah, atau tanda-tanda kedinginan diabaikan.
Jadi, untuk first-timer, prinsipnya bukan menghindari winter Korea sama sekali, melainkan mempersiapkan diri agar tubuh tidak terlalu lama terpapar dingin.
Baca juga: Makanan Korea Berkuah yang Dapat Menjaga Kehangatan Tubuh
Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Liburan Musim Dingin ke Korea?
Persiapan sebelum berangkat akan sangat menentukan kenyamanan selama perjalanan. Jangan menunggu sampai tiba di Korea untuk menyadari bahwa pakaian yang dibawa ternyata tidak cukup hangat.
1. Gunakan Pakaian dengan Sistem Layering

Jangan hanya mengandalkan satu jaket yang sangat tebal. Gunakan beberapa lapisan pakaian sehingga perlindungan dapat disesuaikan dengan kondisi di luar maupun di dalam ruangan.
- Base layer: gunakan pakaian thermal sebagai lapisan pertama.
- Middle layer: tambahkan sweater atau fleece untuk membantu mempertahankan panas tubuh.
- Outer layer: gunakan winter coat atau jaket yang mampu melindungi dari angin dan kondisi basah.
- Celana: gunakan celana panjang yang sesuai dengan suhu dan tambahkan thermal pants jika diperlukan.
- Pelindung tubuh: siapkan sarung tangan, beanie atau kupluk, serta scarf atau neck warmer.
Pakaian berlapis memang direkomendasikan untuk menghadapi cuaca dingin. Jika banyak bergerak sampai berkeringat, lapisan tambahan sebaiknya dikurangi agar pakaian tidak menjadi basah karena keringat.
2. Pilih Sepatu yang Sesuai

Sepatu juga tidak kalah penting karena liburan biasanya melibatkan banyak aktivitas berjalan kaki. Pilih sepatu tertutup yang nyaman dan memiliki grip cukup baik. Jika akan beraktivitas ketika kondisi basah atau bersalju, sepatu yang tahan air dapat membantu menjaga kaki tetap kering.
3. Siapkan Perlengkapan Kesehatan

Bawa obat pribadi yang memang biasa digunakan, perlengkapan pertolongan pertama sederhana, masker, hand sanitizer, lip balm, moisturizer, dan sunscreen. Obat tertentu juga sebaiknya dipersiapkan dari rumah karena produk atau kandungannya bisa berbeda di negara tujuan.
4. Perhatikan Kondisi Kesehatan Sebelum Berangkat

Pastikan vaksin rutin sudah sesuai dan konsultasikan kebutuhan vaksin atau obat perjalanan dengan tenaga kesehatan jika diperlukan. Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasi sebelum perjalanan juga dapat membantu menentukan persiapan yang lebih tepat.
Baca juga: Barang-Barang yang Dilarang Masuk ke Korea!
Bagaimana Cara Tetap Sehat dan Aman Saat Berada di Korea?
Setelah tiba di Korea, bukan hanya pakaian yang perlu diperhatikan. Kebiasaan selama berada di luar ruangan juga berpengaruh terhadap kemampuan tubuh menghadapi cuaca dingin.
- Jangan terlalu lama berada di luar. Jika tubuh mulai terasa sangat dingin, masuk ke restoran, kafe, pusat perbelanjaan, stasiun, atau tempat indoor lainnya. Pola aktivitas outdoor yang diselingi waktu untuk menghangatkan diri lebih nyaman daripada terus berada di tempat terbuka selama berjam-jam.
- Jangan mengabaikan rasa menggigil. Menggigil merupakan salah satu tanda awal tubuh kehilangan panas. Jika menggigil terus-menerus, segera cari tempat berlindung dan hangatkan tubuh. Jangan menganggapnya sebagai hal biasa hanya karena ingin menyelesaikan itinerary.
- Jaga tangan, kaki, telinga, dan hidung. Bagian tubuh yang paling banyak terpapar dingin dapat mengalami mati rasa atau perubahan warna. Jika jari tangan, jari kaki, telinga, atau hidung mulai terasa kebas atau terlihat pucat, segera kurangi paparan dingin.
- Tetap makan dan minum. Jangan melewatkan waktu makan hanya karena sibuk berpindah tempat. Tubuh tetap membutuhkan energi dan cairan meskipun cuaca sedang dingin.
- Jaga kebersihan tangan. Selain risiko akibat suhu rendah, perjalanan juga mempertemukan Anda dengan banyak orang di pesawat, bandara, transportasi umum, dan tempat wisata. Kebersihan tangan tetap penting untuk membantu mengurangi risiko penyakit selama perjalanan.
- Istirahat dengan cukup. Jet lag dan aktivitas berjalan kaki dapat membuat tubuh lebih cepat lelah. Jika kondisi badan mulai menurun, tidak ada salahnya mengurangi aktivitas dan kembali beristirahat.
- Jangan menggunakan alkohol sebagai cara menghangatkan tubuh. Alkohol bukan perlindungan dari cuaca dingin. Untuk menghangatkan diri, lebih baik masuk ke tempat yang hangat dan menggunakan pakaian kering.
Baca juga: Wisata Ski Resort Terbaik di Korea
Apa yang Harus Dilakukan Jika Tubuh Mulai Tidak Kuat Menghadapi Dingin?
- Hal pertama yang harus dilakukan adalah berhenti memaksakan aktivitas. Jika tubuh sudah terasa terlalu dingin, segera cari tempat indoor dan hangatkan diri. Jangan merasa harus tetap mengikuti itinerary hanya karena destinasi tersebut sudah direncanakan.
- Jika pakaian atau sepatu menjadi basah, segera ganti dengan yang kering. Tubuh dapat kehilangan panas lebih cepat ketika berada dalam kondisi basah.
- Perhatikan pula gejala yang lebih serius. Kebingungan, kehilangan orientasi, koordinasi yang buruk, bicara pelo, kelelahan ekstrem, atau kondisi ketika menggigil berhenti meskipun tubuh masih sangat dingin merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan karena dapat berkaitan dengan hipotermia.
- Sementara itu, mati rasa, kesemutan, rasa sakit, atau kulit yang terlihat pucat pada bagian tubuh yang terpapar dingin perlu diwaspadai sebagai tanda frostbite. Jika muncul gejala serius, segera cari pertolongan medis.
- Sebelum keluar hotel setiap hari, biasakan mengecek prakiraan cuaca dan peringatan dingin. Jika kondisi berubah menjadi ekstrem, mengubah itinerary bukan berarti liburan gagal. Keselamatan tetap harus menjadi prioritas.
Baca juga: Tips jika Liburan Bersama Anak
Pilihan Paket Tour untuk Liburan Musim Dingin Korea Selatan
Jika ini merupakan pertama kalinya menikmati liburan musim dingin Korea Selatan dan masih khawatir harus mengatur perjalanan sendiri, paket tour dari FX-Travelindo bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Itinerary dan fasilitas perjalanan sudah disiapkan sehingga Anda dapat lebih fokus menikmati perjalanan tanpa harus mengurus seluruh kebutuhan secara mandiri.
- Seoul, Gunung Seorak, dan Nami Island: perjalanan 6 hari dengan harga sekitar Rp13 jutaan, tersedia untuk keberangkatan November dan Desember.
- Seoul, Lotte World, dan destinasi lainnya: perjalanan 6 hari dengan harga sekitar Rp14 jutaan, cocok untuk menikmati kombinasi wisata kota dan hiburan.
- Busan: perjalanan 6 hari dengan harga sekitar Rp13 jutaan, menjadi alternatif bagi yang ingin mencoba perjalanan ke Korea ketika musim dingin baru mulai.
Tersedia opsi DP dan fasilitas lengkap untuk mendukung perjalanan. Jika masih bingung menentukan paket, Anda juga bisa melakukan konsultasi gratis sampai puas agar pilihan destinasi, periode perjalanan, dan paket dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Dengan persiapan yang benar, tidak ada alasan untuk terlalu takut mencoba winter Korea. Kenali kondisi cuaca, gunakan perlindungan yang sesuai, dengarkan kondisi tubuh, dan jangan memaksakan diri ketika cuaca atau kesehatan tidak memungkinkan. Dengan begitu, pengalaman pertama menikmati liburan musim dingin Korea Selatan tetap bisa menjadi perjalanan yang nyaman dan menyenangkan.