
Liburan ke Jepang tidak hanya tentang sushi, tempura, atau makanan populer lainnya. Ada banyak makanan Jepang berkuah yang menarik untuk dicoba, terutama setelah seharian berjalan-jalan dan menikmati berbagai destinasi. Apa saja makanan tersebut? Simak penjelasan berikut!
Baca juga: Panduan Kulineran di Jepang untuk First Timer
10 Makanan Jepang Berkuah yang Populer
Pilihan kuahnya pun beragam, mulai dari kaldu ringan hingga kuah dengan rasa gurih yang lebih kuat. Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke Jepang, berikut 10 makanan berkuah yang bisa masuk daftar kuliner selama liburan.
1. Ramen

Ramen merupakan mie berbahan gandum yang disajikan bersama kuah dan berbagai topping, seperti chashu, telur, nori, serta daun bawang. Jenis kuahnya cukup beragam, termasuk shoyu, shio, miso, dan tonkotsu, sehingga rasa setiap ramen bisa berbeda.
Sapporo terkenal dengan miso ramen, sedangkan Kyushu dikenal dengan ramen berkuah tonkotsu. Di kota-kota besar, ramen mudah ditemukan mulai dari kedai sederhana hingga restoran khusus. Untuk tempat makan kasual, harganya umumnya sekitar ¥800–¥1.500 per mangkuk, meski restoran premium bisa lebih mahal.
2. Udon

Udon memiliki mie berukuran tebal dan tekstur kenyal yang dibuat dari tepung gandum, air, serta garam. Versi berkuah biasanya menggunakan kaldu dashi dengan cita rasa gurih dan relatif ringan. Topping-nya dapat berupa daun bawang, tempura, daging, atau aburaage.
Kagawa terkenal dengan Sanuki Udon, tetapi makanan ini juga mudah ditemukan di berbagai kota Jepang. Untuk kedai kasual, siapkan sekitar ¥400–¥1.000 per mangkuk, tergantung topping dan tempat makan.
3. Soba

Soba merupakan mie yang dibuat terutama dari tepung buckwheat atau gandum hitam. Dibandingkan udon, soba memiliki aroma dan rasa yang lebih khas dengan tekstur yang berbeda. Jika ingin mencicipi versi berkuah, kake soba dapat menjadi pilihan.
Soba tersedia di berbagai daerah Jepang dengan variasi lokal masing-masing. Harganya di kedai sederhana biasanya sekitar ¥500–¥1.200. Menyeruput mie soba juga merupakan kebiasaan yang umum diterima ketika menyantap mie di Jepang.
4. Oden

Oden merupakan hidangan rebusan yang berisi berbagai bahan dalam kuah dashi. Isinya dapat berupa daikon, telur rebus, konnyaku, tahu, chikuwa, serta aneka olahan ikan. Komposisi oden tidak selalu sama karena dapat berbeda menurut daerah dan tempat makan.
Kuahnya cenderung gurih dan ringan sehingga cocok disantap ketika cuaca dingin. Oden dapat ditemukan di restoran, izakaya, hingga convenience store. Di tempat kasual, beberapa bahan biasanya dijual satuan dengan harga sekitar ¥100–¥300 per item.
Baca juga: Pemandian Air Panas di Jepang untuk Liburan Musim Dingin
5. Nabe

Nabe merupakan hidangan hot pot yang dimasak dalam satu panci. Jenisnya sangat beragam dan dapat menggunakan daging, seafood, tahu, jamur, sayuran, hingga mi. Kuahnya juga berbeda sesuai jenis nabe dan resep restoran.
Nabe biasanya disantap bersama sehingga cocok untuk wisatawan yang bepergian dengan keluarga atau teman. Bahan dimasak secara bertahap di atas meja, kemudian diambil setelah matang. Kisaran harganya sekitar ¥1.500–¥4.000 atau lebih per orang, tergantung bahan dan kelas restoran.
6. Sukiyaki

Sukiyaki menggunakan irisan daging sapi tipis yang dimasak bersama tahu, shirataki, sayuran, dan bahan lainnya dalam kuah bercita rasa manis-gurih. Bumbu utamanya umumnya menggunakan shoyu dan gula, dengan bahan tambahan yang dapat berbeda berdasarkan resep.
Sukiyaki sering disajikan bersama telur mentah yang dikocok sebagai saus celup untuk bahan yang sudah matang. Jika ingin mencobanya, harga sangat bergantung pada kualitas daging. Restoran dengan menu standar dapat berada di kisaran ¥2.000–¥6.000 atau lebih per orang, sedangkan pilihan wagyu premium bisa jauh lebih mahal.
7. Shabu-Shabu

Shabu-shabu memiliki cara penyajian yang berbeda dari sukiyaki. Irisan daging tipis dan sayuran dicelupkan ke dalam kuah panas hingga matang, kemudian disantap dengan saus seperti ponzu atau goma.
Kuahnya biasanya memiliki rasa yang lebih ringan sehingga karakter bahan dan saus pendamping lebih terasa. Pengunjung dapat memasak bahan langsung di meja sesuai porsinya. Harga shabu-shabu umumnya sekitar ¥2.000–¥5.000 atau lebih per orang, bergantung pada jenis daging dan restoran.
8. Yudofu

Yudofu merupakan hidangan tahu yang dipanaskan dalam kaldu sederhana. Berbeda dari ramen atau oden yang mengandalkan rasa kuah, yudofu justru menonjolkan kelembutan dan cita rasa tahu bersama bumbu pendamping.
Hidangan ini sangat identik dengan kuliner Kyoto dan banyak ditemukan di restoran tradisional. Yudofu cocok bagi wisatawan yang ingin mencoba makanan Jepang dengan rasa lebih ringan. Harganya sekitar ¥1.000–¥3.000 atau lebih, tergantung penyajian dan menu pendamping.
9. Chanko Nabe

Chanko nabe merupakan hot pot yang erat kaitannya dengan budaya sumo. Hidangan ini biasanya berisi kombinasi protein, tahu, sayuran, dan bahan lainnya yang dimasak dalam satu panci. Rasa kuahnya dapat berbeda antara satu restoran dan restoran lainnya.
Jika ingin mencobanya dalam suasana yang berkaitan dengan sumo, Ryogoku di Tokyo menjadi salah satu kawasan yang menarik untuk dikunjungi. Harga chanko nabe umumnya sekitar ¥2.000–¥5.000 atau lebih per orang, tergantung restoran dan isiannya.
10. Kitsune Udon

Kitsune udon merupakan udon berkuah dengan topping utama berupa aburaage, yaitu tahu goreng yang telah dibumbui. Kuah dashi memberikan rasa gurih, sedangkan aburaage biasanya memiliki sentuhan rasa manis.
Kitsune udon mudah ditemukan di berbagai restoran udon dan memiliki kaitan kuat dengan kuliner wilayah Kansai. Harganya di tempat makan kasual umumnya sekitar ¥500–¥1.200. Hidangan ini cocok bagi Anda yang ingin mencoba udon dengan rasa yang lebih kompleks daripada udon berkuah sederhana.
Baca juga: Rekomendasi Halal Food Jepang
Tips Menikmati Makanan Berkuah di Jepang
Agar pengalaman mencicipi makanan Jepang selama liburan lebih nyaman, beberapa hal berikut bisa diperhatikan:
- Periksa bahan kuah terlebih dahulu. Kaldu dashi dapat menggunakan kombu, bonito, ikan kering, atau bahan lainnya. Jika memiliki pantangan makanan, jangan ragu menanyakan komposisinya kepada staf restoran.
- Tidak perlu khawatir menyeruput mi. Ramen, udon, dan soba umumnya dapat disantap dengan cara diseruput. Namun, Anda tidak harus mengikuti kebiasaan tersebut jika merasa kurang nyaman.
- Sesuaikan makanan dengan cuaca. Oden dan berbagai jenis nabe biasanya terasa cocok ketika udara sedang dingin.
- Coba makanan khas daerah. Beberapa hidangan memiliki versi lokal dengan bahan atau karakter rasa yang berbeda, sehingga mencicipinya di daerah asal dapat memberikan pengalaman tersendiri.
- Perhatikan harga sebelum memesan. Harga makanan dapat berbeda cukup jauh berdasarkan lokasi, ukuran porsi, kualitas bahan, dan kelas restoran.
Baca juga: Oleh-Oleh Jepang Wajib Dibeli
Berapa Harga Makanan Jepang Berkuah?
Jika ingin menghemat budget, ramen, udon, soba, dan oden umumnya lebih mudah disesuaikan dengan anggaran karena tersedia di banyak tempat makan kasual. Sementara itu, nabe, shabu-shabu, dan sukiyaki cenderung membutuhkan biaya lebih besar, terutama jika menggunakan bahan premium.
Kisaran harga juga bukan patokan tetap. Restoran yang berada di kawasan wisata atau menggunakan bahan berkualitas tinggi dapat memasang harga lebih mahal dibandingkan kedai lokal. Karena itu, sebaiknya lihat menu dan harga sebelum memesan agar budget makan selama liburan tetap terkontrol.
Baca juga: Wisata Terkenal di Jepang
Mau Mencoba Kuliner Jepang Langsung di Negaranya?
Mencicipi makanan Jepang berkuah langsung di negara asalnya tentu memberikan pengalaman yang berbeda. Anda bisa mencoba ramen dengan karakter daerah tertentu, menikmati udon lokal, atau merasakan pengalaman makan hot pot bersama keluarga dan teman.
FX-Travelindo menyediakan berbagai paket tour Jepang dengan harga mulai dari Rp19 jutaan hingga Rp20 jutaan. Tersedia juga opsi DP sesuai ketentuan paket, sehingga Anda dapat menyiapkan perjalanan dengan perencanaan pembayaran yang lebih fleksibel.
Sebelum memilih perjalanan, Anda dapat melihat pilihan paket, jadwal keberangkatan, fasilitas, serta ketentuan pembayaran yang tersedia. Dengan begitu, liburan ke Jepang tidak hanya menjadi kesempatan mengunjungi destinasi menarik, tetapi juga menikmati beragam kuliner khas secara langsung.