
Berbeda dengan Hanoi yang identik dengan pho atau Ho Chi Minh City yang dipengaruhi cita rasa Vietnam Selatan, makanan khas Da Nang Vietnam memiliki karakter tersendiri. Sebagian besar hidangannya menggunakan hasil laut segar, aneka rempah lokal, sayuran aromatik, dan saus fermentasi khas Vietnam Tengah yang menghasilkan rasa gurih, segar, sekaligus kaya umami.
Lantas, apa saja makanan khas Da Nang yang wajib dicoba saat liburan? Berikut daftar kuliner autentik yang paling populer.
Baca juga: Wisata di Da Nang yang Wajib Dikunjungi!
8 Makanan Khas Da Nang Vietnam yang Wajib Masuk Itinerary Kuliner
Sebagai kota pelabuhan yang berada di pesisir Laut Timur, Da Nang memiliki akses terhadap ikan, udang, cumi, hingga kerang segar setiap hari. Tidak heran jika banyak makanan tradisional di kota ini memanfaatkan hasil laut sebagai bahan utama. Selain itu, kedekatannya dengan Provinsi Quang Nam membuat beberapa hidangan legendaris seperti Mi Quang berkembang pesat dan kini menjadi ikon kuliner Da Nang.
1. Mi Quang

Mi Quang merupakan kuliner paling ikonik di Da Nang dan Vietnam Tengah. Walaupun berasal dari Provinsi Quang Nam, hidangan ini telah menjadi bagian dari identitas kuliner Da Nang sehingga hampir setiap wisatawan akan menemukannya di restoran maupun warung lokal.
Sekilas Mi Quang memang terlihat seperti mi berkuah, tetapi jumlah kaldunya jauh lebih sedikit dibandingkan pho. Kuahnya dibuat lebih pekat sehingga setiap suapan terasa kaya rasa tanpa harus “berenang” dalam semangkuk kaldu.
Mi dibuat dari tepung beras yang diberi kunyit sehingga berwarna kuning. Topping yang digunakan pun cukup beragam, mulai dari udang, ayam kampung, daging babi, telur puyuh atau telur rebus, hingga ikan, tergantung resep masing-masing penjual. Semangkuk Mi Quang biasanya dilengkapi dengan:
- kacang tanah sangrai
- kerupuk wijen (bánh tráng mè)
- irisan bunga pisang
- daun selada
- aneka daun herbal
- jeruk nipis dan cabai segar
Perpaduan tekstur mi yang kenyal, topping yang gurih, serta aroma kacang dan herbal membuat Mi Quang menjadi menu sarapan favorit masyarakat Da Nang.
Kisaran harga: sekitar 20.000–55.000 VND per mangkuk di warung lokal, sedangkan restoran terkenal umumnya mematok harga 30.000–70.000 VND, tergantung topping yang dipilih.
2. Bun Cha Ca

Sebagai kota pesisir, Da Nang memiliki tradisi mengolah ikan laut menjadi berbagai hidangan, salah satunya Bun Cha Ca.
Hidangan ini menggunakan bihun beras yang disajikan bersama bakso ikan (chả cá) yang dibuat dari ikan tenggiri, makerel, atau ikan laut berdaging putih lainnya. Ikan dihaluskan, dibumbui, kemudian dibentuk sebelum direbus atau digoreng.
Keunikan Bun Cha Ca Da Nang terletak pada kuahnya yang dibuat dari kaldu ikan, tomat, nanas, bawang bombai, dan rempah-rempah. Penambahan nanas memberikan sedikit rasa segar sehingga kuah tidak terasa terlalu berat. Dalam satu mangkuk biasanya terdapat:
- bihun beras
- bakso ikan rebus
- bakso ikan goreng
- potongan labu
- daun bawang
- bawang goreng
- sayuran segar
Karena kuahnya ringan, Bun Cha Ca banyak dipilih sebagai menu sarapan maupun makan siang oleh warga lokal.
Kisaran harga: sekitar 25.000–50.000 VND per mangkuk di kedai lokal, sementara restoran yang lebih nyaman biasanya menjualnya di kisaran 35.000–60.000 VND.
3. Banh Xeo Da Nang

Banh Xeo memang dapat ditemukan di berbagai wilayah Vietnam, tetapi versi Da Nang memiliki ciri khas yang berbeda.
Ukurannya cenderung lebih kecil daripada Banh Xeo khas Vietnam Selatan sehingga lebih renyah. Adonannya dibuat dari tepung beras yang dicampur kunyit dan sedikit santan, kemudian dipanggang di atas wajan panas hingga bagian pinggirnya garing. Isiannya terdiri atas:
- udang segar
- irisan daging babi
- tauge
- daun bawang
Cara menikmatinya juga unik. Potongan Banh Xeo dibungkus menggunakan kertas beras bersama selada dan aneka daun aromatik, lalu dicelupkan ke saus kacang khas Da Nang yang dibuat dari hati babi, kacang tanah, wijen, serta kedelai fermentasi. Saus ini menjadi pembeda utama dibandingkan banyak daerah lain di Vietnam yang lebih sering menggunakan saus ikan.
Kisaran harga: sekitar 30.000–60.000 VND per porsi, tergantung ukuran dan jumlah isiannya.
4. Banh Trang Cuon Thit Heo

Kuliner berikutnya hampir selalu masuk daftar rekomendasi makanan khas Da Nang Vietnam.
Banh Trang Cuon Thit Heo terdiri dari irisan daging babi rebus yang dipadukan dengan berbagai sayuran segar, lalu dibungkus menggunakan lembaran kertas beras. Isian sayurannya biasanya meliputi:
- mentimun
- daun selada
- daun mint
- daun perilla
- daun mustard
- kemangi Vietnam
- irisan mangga muda
Yang membuat hidangan ini begitu istimewa adalah saus mam nem, yaitu saus fermentasi ikan teri khas Vietnam Tengah. Saus tersebut dicampur dengan bawang putih, cabai, gula, dan sedikit air jeruk nipis sehingga menghasilkan rasa gurih, manis, asam, sekaligus pedas.
Perpaduan daging rebus yang lembut, sayuran yang segar, dan saus bercita rasa kuat menjadikan hidangan ini salah satu menu favorit wisatawan maupun masyarakat lokal.
Kisaran harga: sekitar 50.000–90.000 VND per porsi, tergantung jumlah daging yang disajikan dan lokasi restorannya.
Baca juga: Top 10 Kuliner Hanoi
5. Bun Mam Nem

Jika ingin merasakan cita rasa yang benar-benar mencerminkan kuliner Vietnam Tengah, Bun Mam Nem adalah pilihan yang wajib dicoba. Hidangan ini sangat populer di Da Nang dan mudah ditemukan di warung makan lokal, terutama saat jam makan siang.
Bun Mam Nem menggunakan bihun beras sebagai bahan utama, kemudian dipadukan dengan aneka topping seperti irisan daging babi rebus, daging babi panggang, chả (olahan daging khas Vietnam), nangka muda rebus, pepaya muda, daun herbal, serta kacang tanah sangrai.
Yang membuatnya berbeda adalah penggunaan mam nem, yaitu saus ikan fermentasi khas Vietnam Tengah. Berbeda dengan nuoc mam yang lebih encer, mam nem memiliki tekstur lebih pekat, aroma lebih kuat, dan rasa gurih yang khas. Sebelum disajikan, saus ini biasanya dicampur dengan bawang putih, cabai, gula, dan perasan jeruk nipis agar rasanya lebih seimbang.
Meski aromanya cukup tajam bagi wisatawan yang baru pertama kali mencicipinya, Bun Mam Nem justru menjadi salah satu kuliner favorit karena menawarkan cita rasa autentik yang sulit ditemukan di wilayah Vietnam lainnya.
Kisaran harga: sekitar 30.000–50.000 VND per porsi di warung lokal, sedangkan restoran umumnya menjualnya di kisaran 40.000–65.000 VND.
6. Banh Beo Da Nang

Selain makanan berat, Da Nang juga memiliki camilan tradisional yang banyak digemari, yaitu Banh Beo.
Makanan khas Da Nang Vietnam ini dibuat dari adonan tepung beras yang dikukus di dalam mangkuk kecil hingga menghasilkan tekstur yang lembut. Setelah matang, bagian atasnya diberi topping berupa udang cincang, bawang goreng, daun bawang, dan terkadang kulit babi goreng yang renyah.
Saat akan disantap, Banh Beo disiram sedikit saus ikan manis sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih, manis, dan tekstur yang lembut.
Karena porsinya kecil, Banh Beo biasanya disajikan dalam beberapa mangkuk sekaligus. Makanan ini cocok dijadikan camilan sore atau teman bersantai setelah berkeliling kota.
Kisaran harga: sekitar 20.000–40.000 VND per set, biasanya berisi 5–10 mangkuk kecil.
7. Oc Hut

Saat matahari mulai terbenam, banyak warga Da Nang berkumpul di warung kaki lima untuk menikmati Oc Hut.
Oc Hut adalah siput laut berukuran kecil yang dimasak menggunakan serai, bawang putih, cabai, dan daun jeruk purut. Aroma rempah yang harum berpadu dengan rasa manis alami dari siput laut segar.
Cara menikmatinya pun cukup unik. Isi siput diambil menggunakan tusuk gigi kecil atau dihisap langsung dari cangkangnya. Pengalaman inilah yang membuat Oc Hut menjadi salah satu street food favorit wisatawan.
Oc Hut biasanya disantap sambil menikmati suasana malam di kawasan kuliner atau dekat Pantai My Khe.
Kisaran harga: sekitar 30.000–70.000 VND per porsi, tergantung jenis siput dan ukurannya.
8. Kem Bo

Setelah menikmati berbagai hidangan gurih, jangan lewatkan Kem Bo, dessert sederhana yang telah menjadi favorit wisatawan di Da Nang.
Kem Bo merupakan perpaduan alpukat matang yang dihaluskan dengan es krim vanila, susu kental manis atau krim susu, kemudian disajikan dingin. Beberapa kedai juga menambahkan kelapa parut atau topping lainnya sesuai kreasi masing-masing.
Rasa alpukat yang lembut berpadu dengan manisnya es krim menciptakan hidangan penutup yang menyegarkan, terutama saat cuaca Da Nang sedang hangat.
Salah satu tempat yang cukup terkenal untuk menikmati Kem Bo adalah kawasan Bac My An Market, meskipun kini banyak kedai lain di berbagai sudut kota yang juga menyajikan dessert ini.
Kisaran harga: sekitar 20.000–35.000 VND per gelas atau mangkuk.
Baca juga: Makanan Tradisional Vietnam Lainnya!
Tips Menjelajahi Wisata Kuliner Da Nang
Agar pengalaman mencicipi makanan khas Da Nang Vietnam semakin maksimal, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan.
- Datang ke Han Market atau Con Market pada pagi hingga siang hari untuk menemukan pilihan kuliner lokal yang paling lengkap.
- Siapkan uang tunai dalam mata uang Dong Vietnam karena banyak warung tradisional belum menerima pembayaran kartu.
- Jangan ragu mencoba rumah makan yang ramai dikunjungi warga lokal karena umumnya menyajikan rasa yang lebih autentik.
- Jika kurang terbiasa dengan saus fermentasi seperti mam nem, mintalah saus disajikan terpisah agar bisa menyesuaikan selera.
- Hindari jam makan siang sekitar pukul 11.30–13.00 jika ingin suasana yang lebih nyaman karena banyak restoran dipadati masyarakat setempat.
Baca juga: Oleh-Oleh yang Wajib Dibeli di Vietnam
Jelajahi Kuliner Da Nang Lebih Mudah Bersama FX-Travelindo
Menikmati makanan khas Da Nang Vietnam tentu akan terasa lebih menyenangkan jika seluruh perjalanan sudah dipersiapkan dengan baik. Anda tidak perlu repot mengatur transportasi, hotel, maupun itinerary sehingga bisa lebih fokus menikmati setiap destinasi dan kuliner lokal.
Melalui Paket Tour Da Nang Vietnam 5 Hari dari FX-Travelindo, Anda akan diajak mengunjungi berbagai destinasi populer seperti Ba Na Hills, Kota Tua Hue, serta beragam objek wisata favorit lainnya di Vietnam Tengah.
Dengan harga mulai Rp9,9 jutaan, paket ini sudah mencakup fasilitas premium, termasuk tiket pesawat, akomodasi hotel, transportasi selama perjalanan, makan sesuai itinerary, tiket masuk objek wisata, tour leader, hingga berbagai layanan penunjang lainnya sehingga liburan menjadi lebih nyaman dan praktis.
Keberangkatan tersedia mulai Agustus 2026 hingga Maret 2027, sehingga Anda dapat memilih jadwal yang paling sesuai untuk liburan bersama keluarga, pasangan, maupun rombongan.