Hotline : 081290977978 – 081910071006 – 081717129377 – 081717129366

Panduan Wisata Kuliner Jepang untuk Pemula

Bagi yang baru pertama kali datang ke Jepang, banyaknya pilihan makanan bisa membuat bingung. Anda mungkin belum tahu makanan apa yang wajib dicoba, di mana mencarinya, berapa budget yang perlu disiapkan, atau bagaimana cara memesan makanan di restoran Jepang. Oleh karena itu, berikut ini panduan wisata kuliner Jepang untuk Anda!

Baca juga: Tips jika Visa Jepang Anda Ditolak

Makanan Jepang yang Wajib Dicoba

Kuliner Jepang sangat luas dan setiap daerah memiliki makanan khas serta tradisi kulinernya sendiri. Untuk perjalanan pertama, Anda dapat mulai dari makanan berikut.

  • Sushi dan sashimi: Sushi menggunakan nasi yang dibumbui cuka dan berbagai topping, sedangkan sashimi berupa irisan bahan seperti seafood yang disajikan tanpa nasi. Tidak semua sushi menggunakan ikan mentah sehingga pilihannya cukup beragam.
  • Ramen: Salah satu makanan paling praktis untuk dicoba. Jenis kuahnya beragam, antara lain shoyu, shio, miso, dan tonkotsu. Beberapa daerah bahkan memiliki gaya ramen sendiri.
  • Udon dan soba: Udon memiliki mi yang lebih tebal dan kenyal, sedangkan soba dibuat dari buckwheat dan memiliki karakter rasa serta tekstur berbeda.
  • Tempura: Seafood atau sayuran yang dilapisi adonan kemudian digoreng hingga ringan dan renyah.
  • Tonkatsu: Daging yang dilapisi tepung roti kemudian digoreng dan biasanya disajikan bersama nasi, kol, serta saus tonkatsu.
  • Okonomiyaki: Hidangan gurih berbasis adonan dan berbagai bahan tambahan. Osaka dan Hiroshima memiliki gaya okonomiyaki yang berbeda.
  • Takoyaki: Bola adonan berisi potongan gurita yang sangat identik dengan Osaka.
  • Yakitori: Potongan ayam yang ditusuk dan dipanggang. Banyak ditemukan di restoran yakitori dan izakaya.
  • Donburi: Nasi dalam mangkuk dengan berbagai topping, seperti daging sapi, ayam, tempura, atau seafood.
  • Onigiri: Nasi kepal dengan berbagai isian yang sangat mudah ditemukan di convenience store atau konbini.

Tidak perlu memaksakan diri mencoba semuanya dalam satu perjalanan. Justru lebih efektif jika makanan disesuaikan dengan kota yang sedang Anda kunjungi.

Baca juga: Jepang juga Memiliki Wisata-Wisata Terkenal Berikut!

Wisata Kuliner Jepang Berdasarkan Kota

Jepang memiliki karakter kuliner yang berbeda dari satu daerah ke daerah lain. Karena itu, salah satu strategi terbaik untuk wisata kuliner adalah mencoba makanan yang memang kuat di kota yang sedang Anda kunjungi.

1. Tokyo

Wisata Kuliner Jepang

Tokyo merupakan pilihan yang sangat mudah untuk wisata kuliner pertama karena pilihan makanannya sangat luas. Anda dapat menemukan sushi, ramen, tempura, soba, yakitori, donburi, izakaya, hingga berbagai makanan khas dari daerah lain di Jepang.

Untuk wisatawan, Tsukiji Outer Market menjadi salah satu area yang menarik jika ingin mencari sushi, seafood, tamagoyaki, onigiri, dan makanan ringan. Perlu diketahui bahwa yang masih aktif di Tsukiji adalah area outer market; fungsi grosir dan lelang tuna dari pasar lama telah berpindah ke Toyosu pada 2018.

Asakusa juga menarik karena pengalaman kuliner dapat digabungkan dengan wisata budaya. Sementara Shinjuku menawarkan banyak restoran casual, ramen, yakitori, izakaya, dan berbagai pilihan makan malam.

Untuk budget, makanan casual seperti ramen atau donburi umumnya dapat ditemukan mulai sekitar ¥800–¥1.500, sedangkan sushi sangat bervariasi. Sushi casual atau kaitenzushi dapat berada di kisaran beberapa ribu yen per orang, sedangkan restoran sushi premium dapat jauh lebih mahal.

Jika ingin mencoba banyak makanan tanpa mengeluarkan budget besar, restoran casual, konbini, dan area pasar dapat menjadi pilihan yang lebih fleksibel.

2. Osaka

Wisata Kuliner Jepang

Osaka sering disebut sebagai salah satu pusat kuliner Jepang dan sangat cocok bagi wisatawan yang ingin mencoba makanan lokal dalam suasana yang santai. Okonomiyaki dan takoyaki juga disebut-sebut sebagai dua hidangan yang sangat mewakili karakter kuliner Osaka.

Dotonbori dan Namba merupakan pilihan paling praktis untuk first-time traveler karena kawasan ini penuh dengan restoran, tempat makan, dan jajanan serta mudah diakses dengan transportasi umum.

Jika ingin mencoba kushikatsu, Anda dapat menuju Shinsekai. Sementara itu, Kuromon Market cocok untuk mencari seafood, makanan siap santap, buah, manisan, dan berbagai jajanan pasar. 

Sebagai gambaran, takoyaki atau jajanan ringan dapat berada sekitar ¥500–¥1.000 per porsi, sedangkan okonomiyaki dan makanan utama casual umumnya sekitar ¥1.000–¥2.000. Untuk makan di restoran dengan beberapa menu, budget sekitar ¥1.500–¥3.000 per orang cukup realistis, tetapi dapat lebih tinggi tergantung restoran dan pesanan.

Baca juga: Street Food Paling Populer di Osaka

3. Kyoto

Wisata Kuliner Jepang

Kyoto menawarkan karakter kuliner yang berbeda dari Osaka. Sebagai bekas pusat pemerintahan Jepang selama berabad-abad, kota ini memiliki tradisi makanan yang erat dengan budaya, musim, dan bahan lokal.

Untuk wisatawan, Nishiki Market merupakan area yang mudah dimasukkan ke itinerary karena menawarkan berbagai makanan ringan, acar, seafood, makanan olahan, dan produk khas Kyoto. 

Gion, Higashiyama, dan Kawaramachi juga memiliki banyak restoran, kafe, serta toko makanan. Jika Anda membutuhkan pilihan yang praktis, kawasan Kyoto Station memiliki banyak restoran dalam satu area.

Kuliner yang dapat dicoba antara lain yudofu, obanzai, soba, wagashi, matcha, dan kaiseki. Untuk makanan casual seperti ramen, soba, atau udon, siapkan sekitar ¥800–¥1.500. Dessert atau minuman berbasis matcha umumnya sekitar ¥500–¥1.500, sedangkan makanan tradisional dengan set menu dapat mulai sekitar ¥2.000 dan meningkat sesuai restoran.

Kaiseki berada di kategori berbeda. Harganya sangat bervariasi dan restoran tradisional kelas atas dapat membutuhkan budget jauh lebih besar. Jadi, Anda tidak harus mencoba kaiseki mahal untuk mendapatkan pengalaman kuliner Kyoto.

4. Hokkaido

Hokkaido sangat menarik bagi wisatawan yang menyukai seafood, ramen, daging, hasil pertanian, dan produk susu. Jika itinerary Anda mencakup Sapporo, beberapa area yang praktis untuk mencari makanan adalah Susukino, Odori, dan sekitar Sapporo Station. 

Untuk seafood dan makanan pasar, Nijo Market dapat menjadi pilihan. Anda dapat menemukan sushi, sashimi, seafood donburi, dan berbagai produk laut. Namun, jangan berasumsi semua seafood di pasar pasti murah karena harga sangat bergantung pada jenis, kualitas, ukuran, dan musim.

Kuliner yang patut dicoba antara lain Sapporo miso ramen, seafood donburi, sushi, soup curry, kepiting, uni, serta produk susu Hokkaido.

Untuk budget, ramen umumnya sekitar ¥900–¥1.500, soup curry sekitar ¥1.000–¥2.000, sedangkan seafood donburi dapat berada sekitar ¥1.500–¥4.000 atau lebih. Seafood premium seperti uni dan kepiting dapat membuat biaya makan jauh lebih tinggi.

Jika ingin menghemat budget, bandingkan harga beberapa menu sebelum membeli seafood premium, terutama di area pasar yang sangat populer di kalangan wisatawan.

5. Fukuoka

Wisata Kuliner Jepang

Fukuoka merupakan salah satu destinasi menarik untuk wisata kuliner, terutama jika Anda ingin mencoba makanan khas Kyushu. Kuliner yang paling dikenal adalah Hakata tonkotsu ramen, tetapi Anda juga dapat mencoba motsunabe, mentaiko, Hakata udon, yakitori, dan seafood.

Hakata Station menjadi area yang praktis karena merupakan pusat transportasi sekaligus memiliki banyak pilihan restoran. Untuk pengalaman makan malam yang berbeda, Anda dapat mencari yatai di area seperti Nakasu dan Tenjin. 

Harga semangkuk tonkotsu ramen umumnya berada sekitar ¥800–¥1.500, tergantung restoran dan topping. Makan di yatai dapat berada sekitar ¥1.500–¥3.000 per orang, tetapi totalnya sangat bergantung pada jumlah makanan dan minuman yang dipesan.

Perlu diperhatikan bahwa yatai bukan sekadar tempat membeli makanan murah. Beberapa yatai memiliki tempat duduk terbatas dan konsep makan yang lebih sosial, sehingga sebaiknya mengikuti aturan masing-masing kedai. Selain itu, keberadaan yatai juga tidak berarti semua street food di Jepang menggunakan konsep yang sama.

Cara Memilih dan Memesan Makanan di Jepang

Setelah mengetahui makanan yang ingin dicoba, Anda perlu memahami cara memilih restoran. Untuk first-time traveler, restoran yang memiliki menu bergambar, menu multibahasa, atau mesin pemesanan biasanya lebih mudah. Perhatikan hal-hal berikut.

  • Ramen shop tertentu menggunakan mesin tiket. Pilih menu, bayar, ambil tiket, lalu serahkan kepada staf.
  • Restoran populer dapat menerapkan sistem antre. Perhatikan apakah Anda perlu mengambil nomor atau menulis nama.
  • Periksa menu sebelum duduk. Beberapa restoran memiliki sistem dan harga yang berbeda untuk setiap menu.
  • Jangan berasumsi semua restoran menerima metode pembayaran yang sama. Membawa sedikit uang tunai tetap berguna.
  • Gunakan aplikasi penerjemah jika memiliki alergi atau pantangan makanan.
  • Untuk restoran populer atau restoran tradisional, cek kebutuhan reservasi terlebih dahulu.
  • Perhatikan biaya tambahan. Beberapa izakaya dapat menerapkan otoshi atau biaya tempat duduk kecil yang disertai hidangan pembuka.

Jika Anda baru tinggal di Jepang, biasakan memperhatikan papan menu, harga, sistem antre, dan cara pembayaran sejak awal. Setelah beberapa kali makan, sistemnya akan terasa jauh lebih mudah.

Baca juga: Rekomendasi Makanan Halal di Jepang

Etika Makan yang Perlu Diketahui Wisatawan

Anda tidak perlu menghafalkan seluruh aturan budaya Jepang. Pada dasarnya, ikuti suasana restoran dan perhatikan perilaku orang di sekitar. Sebenarnya tidak ada aturan ketat untuk setiap situasi dan konteks tempat makan tetap perlu diperhatikan. Namun, beberapa etika dasar tetap penting.

  • Jangan menancapkan sumpit secara vertikal di dalam nasi.
  • Jangan memindahkan makanan langsung dari sumpit ke sumpit.
  • Jangan menggunakan sumpit untuk menunjuk orang atau makanan.
  • Saat makan sushi, gunakan sumpit atau tangan sesuai jenis dan suasana restoran.
  • Gunakan kecap asin secukupnya agar tidak mendominasi rasa sushi.
  • Jahe acar biasanya dimakan sebagai penyegar rasa di antara makanan.
  • Menyeruput ramen, soba, atau udon bukan sesuatu yang perlu dianggap tabu di Jepang.
  • Hindari membuat suara berlebihan selain dalam konteks yang memang umum untuk makanan tertentu.
  • Setelah selesai makan, rapikan area makan dan ikuti kebiasaan restoran.

Anda juga dapat mempelajari beberapa ungkapan sederhana seperti “itadakimasu” sebelum makan, “gochisousama desu” setelah makan, “sumimasen” ketika membutuhkan bantuan, dan “arigatou gozaimasu” untuk berterima kasih.

Untuk tipping, wisatawan juga tidak perlu khawatir. Memberikan tip bukan kebiasaan umum di restoran Jepang, sehingga biasanya Anda cukup membayar sesuai tagihan.

Tips Wisata Kuliner Jepang untuk Pemula

Wisata kuliner Jepang akan jauh lebih nyaman jika Anda tidak membuat jadwal makan terlalu padat. Banyak tempat makan menarik berada di sekitar destinasi wisata, sehingga Anda sebenarnya tidak perlu berpindah jauh hanya untuk mengejar satu restoran. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan.

  • Sesuaikan makanan dengan kota yang dikunjungi. Saat berada di Osaka, misalnya, prioritaskan takoyaki, okonomiyaki, atau kushikatsu sebelum mencari makanan yang tersedia di seluruh Jepang.
  • Jangan hanya mengejar restoran viral. Restoran populer di media sosial belum tentu paling sesuai dengan selera dan budget Anda.
  • Perhatikan jam makan. Restoran populer dapat ramai saat makan siang dan malam.
  • Manfaatkan konbini. Onigiri, bento, sandwich, makanan hangat, dessert, dan minuman dapat menjadi solusi praktis ketika itinerary liburan Anda padat. Banyak convenience store juga buka 24 jam.
  • Sisakan ruang untuk mencoba makanan spontan. Anda bisa menemukan makanan lokal menarik ketika sedang berjalan kaki di area wisata.
  • Sesuaikan budget dengan pengalaman. Ramen casual tentu berbeda dari omakase, kaiseki, wagyu premium, atau restoran sushi kelas atas.
  • Perhatikan musim. Kuliner Jepang sangat berkaitan dengan bahan musiman dan karakter daerah.
  • Jika memiliki alergi atau pantangan, tanyakan bahan makanan sebelum memesan. Jangan hanya mengandalkan tampilan makanan.
  • Gunakan area kuliner sebagai bagian dari itinerary. Dengan begitu, Anda dapat makan sekaligus mengunjungi destinasi di sekitarnya.

Untuk first-time traveler, kombinasi paling praktis adalah mencoba makanan lokal yang terjangkau, satu atau dua pengalaman kuliner khusus, serta makanan cepat dari restoran casual atau konbini. Cara ini membuat pengalaman lebih beragam tanpa membuat budget dan itinerary terlalu berat.

Baca juga: Contoh Budgeting Liburan ke Jepang untuk 1 Minggu

Nikmati Wisata Kuliner Jepang Bersama FX-Travelindo

Wisata kuliner Jepang akan terasa lebih mudah jika perjalanan sudah memiliki rute yang jelas. Anda dapat menyesuaikan makanan dengan kota dan destinasi yang dikunjungi, sehingga tidak perlu menghabiskan banyak waktu hanya untuk berpindah tempat mencari restoran.

Bagi Anda yang baru pertama kali ke Jepang dan tidak ingin mengatur seluruh perjalanan sendiri, FX-Travelindo dapat menjadi pilihan untuk mengikuti paket tour Jepang. Kami menyediakan 2 pilihan paket tour berikut.

Keduanya memiliki tujuan destinasi yang sama dan terdapat opsi pembayaran DP untuk booking seat. Untuk informasi mengenai itinerary dan fasilitas tour, klik tombol di bawah ini!

Konsultasi Gratis Di Sini!

Share: