
Memiliki rencana liburan ke Korea Selatan? Selain memperhatikan paspor dan visa, ada hal paling penting yang sering dilupakan oleh traveller, yaitu memahami daftar makanan yang tidak boleh dibawa ke Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan menerapkan pemeriksaan terhadap sejumlah barang bawaan. Apa saja daftar makanan tidak boleh dibawa ke Korea Selatan ataupun makanan yang harus diperiksa lebih lanjut? Berikut penjelasannya!
Baca juga: Cara Pengajuan Visa Korea
Makanan Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Saat Masuk Korea?
Aturan makanan yang tidak boleh dibawa ke Korea Selatan sebenarnya tidak sesederhana itu. Produk makanan yang berasal dari hewan dan tumbuhan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih. KCS mencantumkan sejumlah produk sebagai barang yang harus dilaporkan untuk pemeriksaan, termasuk produk peternakan olahan, buah, sayuran, kacang-kacangan, benih, tanaman, tanah, dan produk perikanan tertentu.
1. Daging dan Produk Olahan Daging

Daging sapi, babi, ayam, bebek, serta produk olahannya termasuk barang yang perlu diperhatikan ketika dibawa ke Korea Selatan. Contohnya meliputi daging kering atau dendeng, sosis, ham, makanan kaleng berbahan daging, dan produk olahan sejenis.
KCS memasukkan produk peternakan seperti daging, 육포 atau daging kering, sosis, ham, dan produk terkait ke dalam barang yang perlu dilaporkan untuk pemeriksaan.
Oleh karena itu, jangan menganggap daging pasti boleh dibawa hanya karena sudah dimasak atau dikemas. Sebaliknya, jangan pula menganggap seluruh produk daging pasti dilarang tanpa melihat ketentuan yang berlaku. Status barang dapat bergantung pada jenis produk, jumlah, asal, serta hasil pemeriksaan karantina.
2. Susu, Keju, Telur, dan Produk Hewani

Susu, keju, telur, dan produk olahannya juga perlu diperhatikan. KCS memasukkan produk seperti keju dan telur dalam kelompok produk peternakan yang perlu dilaporkan untuk pemeriksaan.
Artinya, kemasan pabrik tidak otomatis membuat suatu produk bebas dari pemeriksaan. Jika makanan mengandung bahan hewani, periksa komposisinya dan siapkan untuk dideklarasikan apabila termasuk barang yang perlu diperiksa.
3. Buah, Sayuran, Benih, dan Tanaman

Buah dan sayuran segar juga tidak sebaiknya dibawa begitu saja tanpa mengetahui ketentuannya. Selain itu, benih, tanaman atau bibit, tanah, serta sejumlah hasil tanaman dapat termasuk barang yang berkaitan dengan pemeriksaan karantina.
KCS mencantumkan buah seperti mangga, jeruk nipis, apel, sayuran seperti cabai, kacang-kacangan, benih, bibit, dan tanah dalam contoh barang yang perlu dilaporkan.
Jadi, membawa buah segar sebagai bekal atau oleh-oleh bukan perkara jumlah saja. Produk tersebut tetap dapat diperiksa karena berkaitan dengan ketentuan karantina tumbuhan.
Baca juga: Dokumen Penting yang Wajib Dipersiapkan dan Dibawa untuk Liburan ke Luar Negeri
Apakah Makanan Kemasan Selalu Dilarang Dibawa?
Tidak. Aturan makanan yang tidak boleh dibawa ke Korea Selatan memiliki detail tertentu untuk makanan kemasan. Makanan kemasan tidak bisa langsung dianggap sebagai barang terlarang hanya karena dibawa dari Indonesia. Yang perlu diperhatikan adalah jenis produk, bahan yang digunakan, jumlah, nilai, serta apakah barang tersebut termasuk objek pemeriksaan karantina.
Hal ini penting jika Anda ingin membawa mie instan, sambal, bumbu masak, makanan kaleng, kerupuk, abon, atau camilan. Jangan hanya melihat apakah makanan tersebut sudah matang atau dikemas secara komersial. Periksa juga komposisinya, terutama apabila mengandung daging, telur, susu, atau bahan hewani lainnya.
KCS sendiri membedakan antara fasilitas bebas bea dan pemeriksaan karantina. Produk pertanian, peternakan, dan perikanan tertentu dapat memperoleh fasilitas bebas bea dengan batas yang ditentukan, tetapi barang tersebut tetap harus memenuhi pemeriksaan karantina. Sebelum memasukkan makanan ke koper, lakukan beberapa pengecekan berikut.
- Periksa komposisi makanan. Cari kandungan daging, telur, susu, atau bahan hewani lainnya.
- Perhatikan bentuk produknya. Buah dan sayuran segar memiliki ketentuan karantina yang berbeda dari makanan olahan.
- Jangan menjadikan kemasan sebagai jaminan. Produk yang dikemas secara komersial tetap dapat termasuk barang yang harus diperiksa.
- Simpan kemasan aslinya. Label dan informasi komposisi akan membantu apabila petugas perlu memeriksa makanan yang Anda bawa.
- Deklarasikan jika ragu. Jika makanan termasuk barang yang perlu dilaporkan, biarkan petugas menentukan apakah produk tersebut dapat masuk sesuai ketentuan.
Baca juga: Oleh-Oleh dari Korea yang Wajib Dibawa Pulang
Berapa Batas Makanan yang Bisa Dibawa ke Korea?
Di samping aturan makanan yang tidak boleh dibawa ke Korea Selatan, mereka memberikan fasilitas bebas bea untuk produk pertanian, kehutanan, perikanan, dan peternakan dengan ketentuan tertentu. Namun, batas bebas bea bukan berarti semua makanan di bawah batas tersebut otomatis boleh masuk. Produk yang termasuk objek karantina tetap harus memenuhi pemeriksaan.
- Batas umum produk tertentu: fasilitas bebas bea mencakup hingga 5 kg untuk setiap jenis, dengan total maksimal 40 kg dan nilai pembelian luar negeri maksimal KRW 100.000, selama produk memenuhi ketentuan dan lolos pemeriksaan karantina.
- Ada komoditas dengan batas khusus: KCS mencantumkan daging sapi hingga 10 kg, daging babi hingga 10 kg, minyak wijen 5 kg, biji wijen 5 kg, madu 5 kg, dan kacang pinus 1 kg. Barang lainnya pada daftar tersebut umumnya memiliki batas 5 kg per jenis.
- Jumlah kecil bukan jaminan boleh masuk: makanan yang masih berada di bawah batas bebas bea tetap harus memenuhi persyaratan karantina jika termasuk barang yang diperiksa.
- Melebihi batas bebas bea: barang yang melampaui fasilitas bebas bea perlu dideklarasikan kepada petugas. Bea atau pajak kemudian dihitung berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Jadi, jangan memakai patokan sederhana seperti “kalau kurang dari 5 kg berarti pasti aman.” Untuk makanan tertentu, jenis barang dan hasil pemeriksaan karantina tetap menjadi faktor utama.
Baca juga: Liburan ke Korea Bersama Anak? Terapkan Tips Penting Berikut!
Apa yang Harus Dilakukan Jika Membawa Makanan ke Korea?
Jika tetap membawa makanan dari Indonesia, langkah paling aman adalah mengetahui apakah barang tersebut termasuk yang harus dideklarasikan. KCS menyediakan prosedur deklarasi barang bawaan penumpang dan menyebut produk pertanian, peternakan, serta perikanan tertentu sebagai barang yang memiliki ketentuan khusus. Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan.
- Deklarasikan barang yang perlu diperiksa. Produk seperti daging, produk peternakan olahan, buah, sayuran, benih, tanaman, tanah, dan produk perikanan tertentu termasuk contoh barang yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan.
- Jangan menyembunyikan makanan dari petugas. Jika barang perlu dilaporkan, deklarasikan agar petugas dapat menentukan apakah produk tersebut memenuhi persyaratan untuk masuk.
- Bedakan karantina dan bea masuk. Memenuhi batas bebas bea tidak otomatis menghapus kewajiban karantina. Sebaliknya, membayar bea juga tidak otomatis membuat produk yang tidak memenuhi persyaratan karantina menjadi boleh masuk.
- Deklarasikan barang yang melebihi fasilitas bebas bea. KCS memberikan pengurangan bea sebesar 30% untuk deklarasi sukarela, dengan batas pengurangan maksimal KRW 200.000.
- Jangan mengambil risiko dengan tidak melapor. Jika barang yang seharusnya dideklarasikan ditemukan setelah tidak dilaporkan, dapat dikenakan tambahan pajak 40%, atau 60% jika pelanggaran terjadi dua kali atau lebih dalam dua tahun.
Dengan begitu, jika Anda ragu terhadap makanan tertentu, pilihan paling aman adalah mendeklarasikannya dan membiarkan petugas menentukan status barang tersebut.
Baca juga: Cara Berhemat Liburan ke Luar Negeri
Liburan ke Korea Selatan Lebih Nyaman Bersama FX-Travelindo
Setelah memahami aturan makanan dan barang bawaan, Anda bisa mulai mempersiapkan perjalanan bersama FX-Travelindo. Tersedia berbagai paket tour Korea Selatan dengan pilihan destinasi yang berbeda, sehingga Anda dapat menyesuaikan perjalanan dengan tujuan dan anggaran.
Pilihan paket tersedia mulai dari Rp13 jutaan hingga Rp14 jutaan per orang. Tersedia pula opsi DP untuk membantu Anda mengatur persiapan pembayaran sebelum keberangkatan.
Sebelum memilih paket, Anda dapat menanyakan destinasi, jadwal keberangkatan, harga terbaru, fasilitas perjalanan, serta ketentuan DP yang berlaku. Dengan persiapan yang lebih matang, perjalanan ke Korea Selatan akan lebih nyaman, termasuk ketika menyiapkan makanan dan barang bawaan sejak dari Indonesia.