
Menikmati kuliner Korea menjadi salah satu bagian menarik saat berlibur, tetapi wisatawan Muslim tentu perlu lebih teliti sebelum memilih makanan. Cara cek makanan halal di Korea tidak cukup hanya dengan melihat apakah sebuah menu menggunakan ayam, sapi, atau sayuran. Saus, kaldu, bahan tambahan, hingga cara pengolahannya juga perlu diperhatikan.
Bukan berarti mencari makanan halal di Korea Selatan selalu sulit. Justru, wisatawan Muslim kini memiliki lebih banyak panduan untuk menemukan restoran, membaca informasi makanan, dan mengecek produk sebelum membeli. Dengan mengetahui apa yang perlu diperiksa, Anda tetap bisa menikmati perjalanan tanpa harus menebak-nebak setiap kali melihat menu.
Baca juga: Musim Terbaik untuk Liburan ke Korea Selatan
Apakah Makanan Halal di Korea Sulit Ditemukan?
Ketersediaan makanan halal di Korea Selatan memang tidak sebanyak di negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Di beberapa kawasan, pilihan restoran halal mungkin cukup mudah ditemukan, sementara di area lain Anda perlu merencanakan tempat makan terlebih dahulu.
Korea Tourism Organization (KTO) sendiri menyediakan informasi restoran ramah Muslim dan membaginya ke dalam beberapa kategori. Ada restoran yang memiliki sertifikasi halal, restoran yang menyatakan diri halal, restoran yang menyediakan sebagian menu halal, hingga restoran yang tidak menggunakan daging babi.
Artinya, tantangannya bukan sekadar mencari tulisan “halal”. Anda perlu memahami status restoran dan jenis makanan yang ditawarkan. Setelah mengetahui perbedaannya, proses memilih tempat makan menjadi jauh lebih sederhana.
Baca juga: Tempat-Tempat Terindah di Korea yang Wajib Dikunjungi!
Cara Cek Makanan Halal di Korea
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum memesan makanan, baik di restoran, minimarket, maupun tempat street food. Tidak semuanya harus dilakukan sekaligus. Kuncinya adalah mengetahui informasi apa yang perlu dicari dan kapan Anda perlu bertanya lebih lanjut.
1. Kenali Kategori Restoran Halal di Korea

Salah satu cara cek makanan halal di Korea yang paling praktis adalah melihat kategori restoran terlebih dahulu. KTO menggunakan empat kategori restoran ramah Muslim:
- Halal Certified: restoran memiliki sertifikasi halal.
- Self-Certified: restoran menyatakan seluruh makanannya halal berdasarkan sertifikasi mandiri oleh pemilik restoran Muslim.
- Muslim Friendly: menyediakan sebagian menu halal, tetapi alkohol dapat dijual.
- Pork Free: tidak menggunakan daging babi, tetapi tidak menyediakan menu halal khusus dan alkohol dapat dijual.
Perbedaan ini penting. Pork Free tidak sama dengan halal, sehingga jangan langsung menganggap sebuah restoran aman hanya karena tidak menggunakan daging babi. KTO juga menyediakan informasi tambahan melalui ikon, misalnya ketersediaan menu halal, kebutuhan reservasi, restoran bebas alkohol, dan status pork-free.
2. Periksa Label Makanan Kemasan

Saat membeli makanan di convenience store atau supermarket, membaca daftar bahan menjadi langkah yang sangat berguna. Anda tidak harus memahami seluruh tulisan Korea, tetapi beberapa istilah dasar dapat membantu mengenali bahan yang perlu diperiksa.
| Istilah Korea | Arti |
| 돼지고기 | Daging babi |
| 돼지 | Babi |
| 삼겹살 | Pork belly |
| 돼지기름 / 라드 | Lemak babi atau lard |
| 젤라틴 | Gelatin |
| 알코올 | Alkohol |
| 닭고기 | Daging ayam |
| 소고기 | Daging sapi |
Jangan berhenti pada kata “ayam” atau “sapi”. 닭고기 dan 소고기 hanya menunjukkan jenis daging, bukan otomatis menunjukkan status halalnya. Bahan tambahan, bumbu, serta sumber daging tetap perlu diperhatikan.
3. Waspadai Makanan Korea yang Menggunakan Kuah atau Saus

Bagian yang sering luput justru bukan bahan utama, melainkan kuah dan saus. Menu berbahan ayam, sapi, seafood, atau sayuran bisa saja menggunakan kaldu atau bumbu tambahan yang perlu diperiksa.
Jika ingin bertanya kepada staf restoran, simpan beberapa kalimat berikut di ponsel:
돼지고기 들어가요?
Dwaejigogi deureogayo? — Apakah ada daging babi?
술 들어가요?
Sul deureogayo? — Apakah ada alkohol?
Jika ingin menjelaskan kebutuhan Anda:
저는 무슬림이라서 할랄 음식만 먹어요.
Jeoneun museullim-iraseo halal eumsikman meogeoyo. — Saya Muslim, jadi hanya makan makanan halal.
KTO juga menyediakan panduan komunikasi bagi wisatawan Muslim yang membantu menanyakan bahan seperti babi, bacon, sosis, lard, gelatin, shortening, dan bahan lainnya.
Baca juga: Ingin Liburan Memakai Hanbok? Ini Caranya!
4. Jangan hanya Mengandalkan Terjemahan Nama Makanan

Aplikasi penerjemah sangat membantu ketika membaca menu, tetapi hasil terjemahan sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya dasar untuk menentukan makanan halal.
Misalnya, sebuah menu diterjemahkan sebagai “chicken soup”. Informasi tersebut hanya menjelaskan bahwa makanan menggunakan ayam. Anda belum mengetahui sumber ayam, bahan kaldu, saus, atau bumbu yang digunakan.
Jadikan terjemahan sebagai langkah awal untuk memahami menu, kemudian lanjutkan dengan melihat komposisi atau bertanya kepada staf. Dengan begitu, Anda tidak perlu menebak hanya berdasarkan nama makanan.
5. Untuk Makanan Street Food, Lebih Hati-Hati

Street food Korea memang menarik untuk dicoba, tetapi informasinya sering tidak selengkap restoran yang memiliki menu khusus. Oleh karena itu, makanan seperti tteokbokki, mandu, eomuk atau odeng, dan gorengan sebaiknya diperiksa sebelum dibeli.
Tanyakan isi mandu karena dapat menggunakan daging yang berbeda. Untuk tteokbokki, perhatikan sausnya, sedangkan eomuk perlu diperiksa bersama kuahnya. Pada makanan gorengan, Anda dapat bertanya mengenai bahan yang digunakan jika keterangannya tidak tersedia.
Jika penjual tidak dapat memberikan informasi yang cukup, tidak perlu memaksakan pilihan tersebut. Cari makanan dengan komposisi yang lebih mudah diketahui.
6. Manfaatkan Peta Restoran dan Aplikasi Halal

Cara cek makanan halal di Korea juga bisa dilakukan sebelum berangkat dengan memanfaatkan sumber digital. KTO menyediakan informasi restoran Muslim-friendly dan peta yang dapat membantu wisatawan menemukan pilihan makanan berdasarkan kategori.
Selain itu, ada beberapa aplikasi yang memang dapat membantu. Halal Korea menyediakan fitur pencarian serta Halal Product Scanner, sedangkan MUFKO: Korean Snack Scan Halal menawarkan pemindaian makanan ringan Korea dan informasi restoran halal, masjid, serta ruang salat.
Meski praktis, aplikasi tetap sebaiknya dianggap sebagai alat bantu, bukan pengganti informasi sertifikasi atau pengecekan langsung. Untuk produk yang meragukan, cocokkan hasil aplikasi dengan label kemasan atau tanyakan kepada penjual. Dengan kebiasaan ini, cara cek makanan halal di Korea menjadi lebih mudah dilakukan sepanjang perjalanan.
Baca juga: Rekomendasi Tempat Makan dan Menu Halal di Korsel
Liburan Korea Selatan Lebih Praktis dengan Tour Halal FX-Travelindo!
Jika Anda ingin menikmati Korea Selatan dengan perjalanan yang lebih terorganisir, FX-Travelindo menyediakan paket tour halal Korea Selatan 6 hari dengan tujuan Ansan, Nami Island, dan Seoul. Harga paketnya Rp13.990.000/pax dengan fasilitas lengkap untuk menunjang perjalanan. Dengan paket ini, wisatawan tidak perlu terpisah dari rombongan untuk melakukan ibadah, karen FX-Travelindo yang akan mengatur tempat dan memilih masjid untuk wisatawan.
Tersedia jadwal keberangkatan 16 Oktober 2026, 19 Januari 2027, 25 Maret 2027, 10 April 2027, dan 6 Juli 2027, serta opsi pembayaran DP. Jika ingin mengetahui detail itinerary, fasilitas, dan ketentuan pembayaran, Anda dapat menghubungi FX-Travelindo untuk mendapatkan informasi lengkap sebelum menentukan jadwal perjalanan. Kami juga menyediakan opsi pembayaran DP paket tour dengan mudah!