Hotline : 081290977978 – 081910071006 – 081717129377 – 081717129366

Kimono dan Yukata Apakah Sama? Ini Faktanya!

Saat berjalan-jalan di Jepang, Anda mungkin melihat orang mengenakan pakaian tradisional dengan bentuk yang sekilas hampir sama. Ada yang terlihat lebih formal, ada pula yang ringan dan santai, terutama saat festival atau berada di kawasan onsen. Dua pakaian tersebut bernama kimono dan yukata. Namun, kimono dan yukata apakah sama? Simak penjelasan di bawah ini!

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Bunga Sakura Jepang

Kimono dan Yukata Apakah Sama?

Kimono dan yukata memang memiliki hubungan yang sangat dekat, tetapi keduanya tidak sepenuhnya sama. Yukata merupakan salah satu jenis kimono yang lebih ringan dan kasual, sedangkan kimono mencakup berbagai jenis pakaian tradisional dengan bahan, desain, dan tingkat formalitas yang berbeda.

1. Kimono dan Yukata Sama-Sama Pakaian Tradisional Jepang

Kimono dan Yukata Apakah Sama

Keduanya memiliki bentuk dasar yang mirip, yaitu pakaian dengan bagian depan yang disilangkan dan diikat menggunakan obi. Namun, konteks penggunaannya berbeda. Kimono tertentu digunakan untuk acara khusus, sementara jenis lainnya dapat dikenakan dalam suasana yang lebih santai.

Yukata lebih dikenal sebagai pakaian tradisional yang ringan untuk suasana kasual. Pakaian ini sangat erat dengan musim panas, festival, pertunjukan kembang api, serta kawasan onsen. Yukata juga umum disediakan bagi tamu di ryokan sebagai pakaian untuk bersantai selama menginap.

2. Perbedaan Bahan dan Lapisan

Kimono dan Yukata Apakah Sama

Kimono dapat dibuat dari berbagai bahan, termasuk sutra, wol, katun, atau bahan lain sesuai jenisnya. Cara mengenakannya juga dapat melibatkan pakaian dalam dan aksesori tambahan, terutama untuk jenis kimono tertentu yang digunakan dalam acara formal.

Sementara itu, yukata umumnya dibuat dari katun atau bahan ringan lainnya. Konstruksinya lebih sederhana sehingga terasa lebih nyaman digunakan dalam cuaca hangat. Inilah salah satu alasan yukata sangat identik dengan musim panas di Jepang.

3. Perbedaan Fungsi dan Tingkat Formalitas

Kimono dan Yukata Apakah Sama

Kimono memiliki tingkat formalitas yang beragam. Beberapa jenis digunakan untuk pernikahan, upacara, atau acara khusus, sedangkan jenis lainnya lebih sesuai untuk suasana santai.

Yukata pada umumnya berada pada kategori yang lebih kasual. Anda akan lebih sering melihatnya dalam festival musim panas, acara kembang api, penginapan tradisional, dan kota-kota onsen.

Jadi, kurang tepat jika perbedaannya hanya disederhanakan menjadi “kimono formal dan yukata informal”. Kimono sendiri memiliki banyak jenis, sementara yukata mempunyai karakter penggunaan yang lebih santai.

4. Apakah Bentuk dan Cara Memakainya Sama?

Kimono dan Yukata Apakah Sama

Secara umum, keduanya dikenakan dengan bagian kiri pakaian berada di atas bagian kanan, kemudian dikencangkan menggunakan obi. Namun, detail pakaian, aksesori, alas kaki, dan cara penataannya dapat berbeda menurut jenis serta tujuan pemakaian.

Oleh karena itu, pakaian yang terlihat seperti kimono belum tentu merupakan kimono formal. Bahan, lapisan, obi, aksesori, dan situasi ketika pakaian tersebut digunakan dapat membantu membedakannya.

Baca juga: 10+ Fakta Menarik tentang Jepang

Apakah Wisatawan Boleh Memakai Kimono atau Yukata di Jepang?

Wisatawan boleh menyewa dan memakai kimono maupun yukata di Jepang. Pengalaman mengenakan pakaian tradisional juga tersedia secara luas di kawasan wisata, sehingga Anda tidak harus mengikuti acara khusus atau memiliki latar belakang budaya Jepang untuk mencobanya.

Untuk rental, pakaian biasanya dapat dikenakan selama beberapa jam sesuai paket yang dipilih. Anda dapat berjalan-jalan dan berfoto selama tetap mengikuti ketentuan penyedia rental, termasuk batas waktu pengembalian, area penggunaan, serta aturan mengenai kondisi pakaian.

Dengan kata lain, tidak ada aturan umum yang melarang wisatawan mengenakan kimono atau yukata hanya karena mereka wisatawan. Yang perlu diperhatikan justru adalah aturan tempat, ketentuan rental, dan etika selama mengenakannya.

Baca juga: Panduan Wisata Kuliner di Jepang

Bolehkah Kimono atau Yukata Dipakai Jalan-Jalan?

Jika Anda menyewa kimono atau yukata dari tempat rental yang memang menawarkan pengalaman berjalan-jalan, pakaian tersebut umumnya dapat dikenakan di luar toko selama masih dalam waktu dan area yang diizinkan. Pastikan Anda mengetahui jam pengembalian agar pakaian tidak terlambat dikembalikan.

Aturannya berbeda untuk yukata yang disediakan ryokan. Yukata merupakan bagian umum dari pengalaman menginap di ryokan dan dapat digunakan untuk bersantai, tidur, menuju fasilitas mandi, atau menikmati area tertentu di penginapan. Di sejumlah kawasan onsen, tamu juga lazim berjalan-jalan dengan yukata dan sandal yang disediakan.

Namun, izin untuk mengenakan yukata di luar penginapan tidak selalu sama. Ada ryokan yang memperbolehkannya, sementara tempat lain membatasi penggunaannya. Oleh karena itu, periksa petunjuk yang tersedia atau tanyakan kepada staf sebelum keluar dari area penginapan.

Hal yang sama berlaku di hotel bergaya Barat yang menyediakan pakaian santai untuk tamu. Jangan menganggap pakaian tersebut otomatis boleh dikenakan ke lobi, restoran, atau area publik. Fungsi dan aturan pemakaian dapat berbeda di setiap penginapan.

Baca juga: Kunjungi Tempat-Tempat Terkenal di Jepang Berikut ini!

Etika Memakai Kimono dan Yukata Saat Liburan di Jepang

Mengenakan pakaian tradisional Jepang sebagai wisatawan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, Anda tetap perlu memperhatikan beberapa hal agar pengalaman tersebut tidak mengganggu orang lain atau melanggar aturan setempat.

  • Ikuti aturan tempat rental. Perhatikan durasi penyewaan, area yang diperbolehkan, waktu pengembalian, dan ketentuan mengenai pakaian.
  • Kenakan dengan cara yang benar. Untuk pemakaian sehari-hari, bagian kiri pakaian disilangkan di atas bagian kanan. Susunan sebaliknya digunakan dalam konteks pemakaman.
  • Jangan memasuki area terlarang. Mengenakan kimono atau yukata tidak memberikan akses khusus ke area kuil, shrine, tempat wisata, atau fasilitas lainnya.
  • Perhatikan aturan kuil dan shrine. Bersikap tenang, hormati orang yang sedang beribadah, ikuti larangan fotografi, dan jangan memasuki area yang ditutup untuk pengunjung.
  • Minta izin sebelum memotret orang lain. Terutama jika Anda ingin menjadikan orang yang sedang mengenakan kimono atau yukata sebagai bagian utama foto.
  • Jangan mengambil foto dengan mengganggu jalan atau aktivitas orang lain. Pakaian tradisional memang menarik untuk diabadikan, tetapi tetap gunakan ruang publik secara wajar.
  • Berhati-hati saat menggunakan transportasi umum. Pastikan bagian pakaian, obi, atau aksesori tidak mengganggu penumpang lain.
  • Jaga pakaian saat makan. Kimono dan yukata rental sebaiknya dijaga agar tidak terkena makanan atau minuman.
  • Ikuti aturan ryokan. Jika yukata berasal dari penginapan, perhatikan petunjuk mengenai area yang boleh digunakan. Bila tidak jelas, tanyakan kepada staf.
  • Pahami penggunaan yukata di onsen. Yukata dapat dikenakan untuk menuju atau berada di sekitar fasilitas pemandian, tetapi bukan pakaian yang digunakan untuk masuk ke dalam kolam onsen. Sebelum berendam, Anda harus mengikuti aturan pemandian dan berganti sesuai ketentuan fasilitas.
  • Perhatikan alas kaki. Beberapa pengalaman kimono atau yukata sudah menyediakan geta atau zori. Gunakan sesuai ketentuan dan berhati-hatilah karena jenis alas kaki tersebut mungkin terasa berbeda dari sepatu yang biasa Anda gunakan.
  • Jangan mengubah pakaian tanpa izin. Jika menggunakan jasa rental, hindari melepas atau mengganti bagian pakaian dan aksesori yang dipasang oleh staf tanpa mengetahui ketentuannya.
  • Bertanya ketika ragu. Aturan setiap rental, ryokan, kuil, restoran, dan fasilitas wisata dapat berbeda. Bertanya kepada staf merupakan cara paling aman ketika Anda tidak yakin mengenai penggunaan pakaian tersebut.

Dengan memahami aturan tersebut, Anda dapat menikmati pengalaman memakai kimono atau yukata dengan lebih nyaman. Fokusnya bukan hanya mendapatkan foto dengan pakaian tradisional, tetapi juga menghargai budaya dan ruang publik yang sedang Anda kunjungi.

Baca juga: Baru Pertama ke Jepang? Ini yang Harus Disiapkan!

Liburan ke Jepang dan Rasakan Suasananya Secara Langsung

Setelah memahami perbedaan kimono dan yukata, Anda mungkin juga tertarik merasakan langsung suasana Jepang yang selama ini hanya dilihat dari foto atau video. Fx-Travelindo menyediakan 2 paket perjalanan ke Jepang yang mengajak Anda mengunjungi Shirakawago, Tokyo Skytree, Gunung Fuji, Takayama, dan destinasi lainnya dalam satu perjalanan. 

Perbedaan kedua paket tour Jepang tersebut terletak pada harga serta jadwal dan titik keberangkatan. Untuk paket dengan harga Rp19 jutaan, tersedia jadwal keberangkatan hingga November dengan titik keberangkatan dari Surabaya, Medan, Denpasar, maupun Jakarta. 

Jika jadwal tersebut belum sesuai, tersedia pilihan sekitar Rp20 jutaan dengan destinasi yang sama dan jadwal keberangkatan hingga Desember dengan titik awal khusus dari Jakarta. Kedua paket tour memiliki fasilitas lengkap dan opsi pembayaran DP. Anda dapat memilih jadwal serta titik keberangkatan yang paling sesuai, kemudian berkonsultasi dengan kami untuk mendapatkan informasi lengkap sebelum menentukan perjalanan.

Konsultasi Gratis Di Sini!

Share: