
Vietnam tidak hanya menarik karena Hanoi, Ha Long Bay, Hoi An, atau kawasan pantainya. Di luar destinasi tersebut, terdapat desa-desa yang mempertahankan kehidupan tradisional sekaligus berkembang menjadi tujuan wisata. Berikut 10 desa wisata di Vietnam dengan keunikan dan ciri khasnya masing-masing.
Desa Wisata di Vietnam dengan Alam dan Budaya yang Kuat
Kawasan utara Vietnam memiliki banyak desa yang menawarkan perpaduan antara lanskap pegunungan dan kehidupan masyarakat lokal. Beberapa di antaranya sudah menjadi bagian dari pengalaman wisata di Sa Pa dan Mai Châu, terutama bagi wisatawan yang ingin melihat kehidupan pedesaan secara lebih dekat.
1. Cát Cát Village, Sa Pa

Cát Cát merupakan salah satu desa yang paling dikenal dalam perjalanan wisata ke Sa Pa. Kawasannya berada di lingkungan pegunungan dengan lembah, aliran air, persawahan, serta rumah tradisional masyarakat H’Mong.
Daya tariknya tidak berhenti pada panorama. Wisatawan dapat menyusuri kawasan desa, mengenal budaya masyarakat setempat, dan melihat berbagai aktivitas kerajinan. Perpaduan antara alam pegunungan dan kehidupan masyarakat H’Mong membuat Cát Cát menjadi salah satu pengalaman khas ketika berkunjung ke Sa Pa.
Baca juga: Harga Tiket Masuk dan Rute Wisatanya
2. Tả Van Village, Sa Pa

Jika Cát Cát lebih dikenal sebagai destinasi yang ramai dikunjungi, Tả Van menawarkan pengalaman pedesaan yang lebih dekat dengan aktivitas trekking dan homestay. Desa ini berada di kawasan lembah dengan persawahan terasering dan perbukitan sebagai latarnya.
Tả Van menarik bagi wisatawan yang ingin memperlambat perjalanan. Jalur trekking melewati area pedesaan, sementara homestay memberikan kesempatan untuk menikmati suasana lokal tanpa harus kembali ke kawasan pusat Sa Pa pada hari yang sama.
Baca juga: Cara Menuju Sapa dari Berbagai Titik Kawasan
3. Bản Lác, Mai Châu

Bản Lác merupakan desa yang lekat dengan kehidupan masyarakat Thai di Mai Châu. Rumah-rumah panggung menjadi salah satu ciri yang paling mudah dikenali, sementara area persawahan dan pegunungan mengelilingi kawasan permukiman.
Pengalaman di Bản Lác lebih banyak berkaitan dengan wisata berbasis komunitas. Wisatawan dapat menginap di homestay, mencicipi hidangan lokal, serta mengenal kesenian dan tradisi masyarakat setempat. Jadi, daya tarik utamanya bukan hanya lanskap, tetapi cara desa tersebut memperkenalkan kehidupan lokal kepada pengunjung.
Desa Wisata di Vietnam dengan Tradisi Kerajinan
Vietnam juga memiliki banyak desa yang tumbuh dari keahlian masyarakat dalam menghasilkan produk tradisional. Beberapa di antaranya kini menjadi tujuan wisata karena pengunjung dapat melihat proses produksi secara langsung, bukan hanya membeli hasil akhirnya.
4. Quảng Phú Cầu, Desa Penghasil Dupa

Quảng Phú Cầu di sekitar Hanoi memiliki identitas yang sangat mudah dikenali. Desa ini telah mempertahankan tradisi pembuatan dupa selama lebih dari satu abad, dengan proses yang meliputi pengolahan bambu, pewarnaan batang dupa, hingga pengeringan.
Susunan batang dupa berwarna merah dan merah muda yang dijemur menjadi daya tarik fotografi tersendiri. Namun, wisatawan sebenarnya datang untuk melihat kehidupan sebuah desa kerajinan yang masih aktif. Saat ini terdapat titik wisata desa kerajinan yang menarik pengunjung domestik maupun mancanegara.
5. Bát Tràng, Desa Keramik

Bát Tràng menjadi salah satu pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal tradisi keramik Vietnam. Desa di sekitar Hanoi ini memiliki sejarah pembuatan keramik selama lebih dari 700 tahun dan tetap mempertahankan aktivitas pengrajin hingga sekarang.
Pengunjung dapat menemukan berbagai produk keramik, melihat aktivitas pembuatan, serta mengikuti pengalaman membuat tembikar. Oleh karena itu, Bát Tràng lebih tepat dilihat sebagai tujuan wisata budaya dan kerajinan daripada sekadar tempat berbelanja souvenir.
6. Thanh Hà, Desa Tembikar di Hội An

Thanh Hà berada di kawasan sekitar Hội An dan dikenal melalui tradisi pembuatan tembikar. Aktivitas pengrajin menjadi bagian penting dari pengalaman berkunjung karena wisatawan dapat melihat bagaimana tanah liat diolah menjadi berbagai bentuk kerajinan.
Karakter Thanh Hà berbeda dari Bát Tràng. Jika Bát Tràng dikenal luas sebagai kawasan keramik besar dengan sejarah panjang dan beragam produk, Thanh Hà memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan tradisi tembikar di sekitar Hội An.
7. Vạn Phúc, Desa Sutra

Vạn Phúc merupakan salah satu desa kerajinan tradisional yang dikenal dengan produksi sutranya di sekitar Hanoi. Tradisi menenun menjadi identitas utama kawasan ini, dengan berbagai produk sutra yang dapat ditemukan di toko maupun tempat produksi.
Kunjungan ke Vạn Phúc lebih menarik bagi wisatawan yang ingin melihat bagaimana keterampilan tradisional dipertahankan di tengah perkembangan kota. Suasana desa, aktivitas penenunan, dan produk tekstil menjadi bagian dari pengalaman budaya yang ditawarkan.
8. Trà Quế, Desa Sayuran di Hội An

Trà Quế memiliki karakter yang berbeda dari desa-desa kerajinan karena aktivitas utamanya berasal dari pertanian. Berada sekitar 3 kilometer dari pusat Kota Tua Hội An, kawasan ini memiliki lahan pertanian lebih dari 40 hektare dan telah mengembangkan teknik budidaya sayuran serta rempah selama hampir 400 tahun.
Wisatawan dapat mengikuti aktivitas bertani, mengenal teknik pertanian lokal, serta menikmati pengalaman kuliner yang menggunakan hasil kebun. Statusnya juga sangat kuat dari sisi pariwisata: Trà Quế masuk sebagai Best Tourism Village 2024 dari UN Tourism, sementara praktik budidayanya telah diakui sebagai warisan budaya takbenda nasional Vietnam.
Baca juga: Makanan Khas Vietnam yang Cocok di Lidah Indonesia
Desa Kuno dan Ekowisata yang Menarik Dikunjungi
Tidak semua desa wisata di Vietnam mengandalkan hasil kerajinan atau lanskap pegunungan. Beberapa justru menarik karena mempertahankan karakter sejarah, sementara lainnya menawarkan pengalaman berbasis lingkungan yang cukup berbeda dari destinasi perkotaan Vietnam.
9. Dương Lâm Ancient Village

Dương Lâm merupakan desa kuno di sekitar Hanoi yang menarik untuk wisata sejarah dan arsitektur. Karakter kawasan ini terlihat dari rumah tradisional, jalan desa, gerbang, serta berbagai elemen permukiman yang mempertahankan suasana pedesaan Vietnam masa lalu.
Berbeda dengan desa kerajinan, kunjungan ke Dương Lâm lebih berfokus pada warisan arsitektur dan kehidupan tradisional. Tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin melihat bagaimana struktur sebuah desa tradisional dipertahankan di tengah perkembangan kawasan perkotaan.
10. Cam Thanh Coconut Village, Hội An

Cam Thanh menawarkan pengalaman yang sangat berbeda melalui ekosistem kelapa air di sekitar Hội An. Salah satu aktivitas yang paling dikenal adalah menyusuri perairan menggunakan basket boat, perahu bundar tradisional yang menjadi bagian dari pengalaman wisata di kawasan tersebut.
Kunjungan ke Cam Thanh lebih berkaitan dengan lingkungan pesisir, sungai, dan aktivitas masyarakat lokal. Karena lokasinya dekat dengan Hội An, kawasan ini juga mudah dipadukan dengan perjalanan untuk mengenal budaya dan suasana Kota Tua.
Baca juga: Oleh-Oleh yang Wajib Dibawa Pulang
Jelajahi Vietnam Bersama FX-Travelindo
Ingin menjelajahi Vietnam dengan perjalanan yang sudah disiapkan? FX-Travelindo menyediakan berbagai pilihan paket tour Vietnam dengan harga mulai dari Rp9 jutaan hingga Rp13 jutaan, sehingga wisatawan dapat memilih perjalanan berdasarkan kawasan dan destinasi yang ingin dikunjungi.
Tersedia pilihan Central Vietnam dengan kunjungan seperti Coconut Village, Hội An, dan destinasi lainnya, paket Hanoi–Halong Bay–Fansipan dengan kunjungan ke kawasan Sa Pa dan Cát Cát Village, serta paket Phu Quoc untuk menikmati destinasi pulau dan pantai. Jadwal keberangkatan tersedia hingga tahun depan, dengan fasilitas sesuai paket dan opsi pembayaran menggunakan DP.