Hotline : 081290977978 – 081910071006 – 081717129377 – 081717129366

Aturan Minum Alkohol di Korea Selatan untuk Turis

Aturan Minum Alkohol di Korea

Bagi wisatawan Indonesia, aturan minum alkohol di Korea bukan hanya soal boleh atau tidak boleh. Korea Selatan memiliki budaya minum yang cukup kuat. Soju sering hadir di meja makan, beer mudah ditemukan di restoran dan convenience store, sementara kebiasaan minum bersama menjadi bagian dari interaksi sosial.

Namun, suasana yang terlihat santai bukan berarti wisatawan bebas mengabaikan aturan. Ada ketentuan mengenai usia, lokasi tertentu, mengemudi setelah minum, pemeriksaan alkohol, sampai minuman yang dibawa dari luar negeri. Memahami aturan minum alkohol di Korea akan membantu wisatawan menikmati perjalanan tanpa keliru membedakan budaya dan hukum.

Baca juga: Fakta Mengejutkan tentang Korea Selatan

Budaya Minum di Korea yang Perlu Dipahami Turis

Alkohol di Korea sering hadir sebagai bagian dari pengalaman makan dan berkumpul. Oleh karena itu, aturan minum alkohol di Korea lebih mudah dipahami jika wisatawan mengenali konteks sosialnya terlebih dahulu. Beberapa hal yang mungkin ditemui antara lain:

  • Soju: minuman suling yang sangat populer dan sering dinikmati bersama makanan.
  • Beer: banyak disajikan di restoran dan kerap dipadukan dengan soju.
  • Somaek: campuran soju dan beer yang dikenal luas dalam budaya minum Korea.
  • Hoesik: acara makan dan minum bersama, terutama dalam lingkungan kerja atau kelompok sosial.

Etika juga penting ketika minum bersama orang yang lebih tua. Dalam kebiasaan tradisional, orang yang lebih muda dapat menggunakan kedua tangan saat menerima atau menuangkan minuman. Ketika minum di hadapan orang yang lebih tua, sedikit memalingkan wajah juga dipandang sebagai bentuk penghormatan. Ini merupakan tata krama sosial, bukan kewajiban hukum.

Apakah turis harus ikut minum? Tidak. Memahami budaya minum bukan berarti harus mengonsumsi alkohol. Wisatawan dapat menolak dengan sopan atau memilih minuman nonalkohol. Praktik sosial juga dapat berbeda menurut usia, hubungan, tempat, dan generasi, sehingga tidak perlu menganggap setiap kebiasaan sebagai aturan yang wajib diikuti.

Baca juga: Sundae, Makanan Berbahan Darah dari Korea

Aturan Minum Alkohol di Korea yang Perlu Diketahui

Ada beberapa ketentuan hukum yang lebih penting daripada etika meja makan. Bagian ini merangkum hal yang paling relevan bagi wisatawan, mulai dari usia dan lokasi konsumsi sampai berkendara serta membawa alkohol dari luar negeri.

1. Batas Usia Alkohol Bukan Sekadar “19 Tahun”

Aturan Minum Alkohol di Korea

Dalam Youth Protection Act, remaja berarti orang yang berusia di bawah 19 tahun, tetapi orang yang memasuki tahun ketika berusia 19 pada 1 Januari tidak lagi termasuk kategori tersebut. Oleh karena itu, sistemnya tidak sama persis dengan menghitung usia berdasarkan ulang tahun. Penjualan alkohol kepada remaja juga dilarang.

Ketentuan ini juga menjelaskan mengapa istilah “usia 19 tahun” dalam artikel wisata perlu diberi konteks, bukan sekadar ditulis sebagai angka. Di toko, pemeriksaan identitas merupakan hal yang wajar, terutama bagi pembeli yang terlihat muda. Sebagai wisatawan, membawa paspor saat membeli alkohol merupakan langkah praktis agar proses verifikasi tidak merepotkan.

Baca juga: Camilan Korea yang Sedap Dimakan saat Minum-Minum

2. Ada Tempat yang Ditetapkan sebagai Zona Larangan Minum

Aturan Minum Alkohol di Korea

Korea tidak menetapkan larangan minum untuk seluruh ruang publik. Namun, pemerintah daerah dapat menetapkan lokasi tertentu sebagai geumju-guyeok atau zona larangan minum. Di area yang telah ditetapkan, konsumsi alkohol dilarang dan lokasi tersebut perlu diberi pemberitahuan.

Oleh karena itu, jangan menganggap semua taman atau ruang publik otomatis bebas untuk minum hanya karena melihat orang lain melakukannya. Perhatikan papan informasi atau aturan lokasi sebelum membuka minuman. Ketentuan tersebut penting terutama saat wisatawan ingin menikmati minuman yang dibeli dari convenience store di area luar ruangan. Jika terdapat tanda larangan, jangan mengandalkan kebiasaan orang lain sebagai patokan.

Selain lokasi, aturan minum alkohol di Korea juga perlu dibedakan dari aturan restoran atau tempat usaha. Sebuah tempat dapat memiliki kebijakan sendiri mengenai konsumsi alkohol, sehingga wisatawan tetap perlu mengikuti petunjuk yang diberikan pengelola.

Baca juga: Tempat Terkenal Syuting Drama di Korea Selatan

3. Minum Lalu Menyetir Memiliki Batas yang Rendah

Aturan Minum Alkohol di Korea

Korea melarang mengemudi dalam keadaan mabuk. Batas kadar alkohol dalam darah yang menjadi standar kondisi tersebut adalah 0,03 persen atau lebih. Ketentuan ini mencakup mobil, kendaraan yang diatur dalam undang-undang, trem, dan sepeda. Polisi juga dapat melakukan pemeriksaan napas dalam kondisi yang ditentukan, dan pengemudi wajib mengikutinya.

Tidak ada jumlah gelas tertentu yang dapat dijadikan patokan aman karena kadar alkohol setiap orang berbeda. Pilihan transportasi seperti subway, bus, atau taksi juga jauh lebih praktis untuk perjalanan malam. Aturan minum alkohol di Korea dalam konteks berkendara sebaiknya dipahami sebagai batas hukum, bukan sebagai target jumlah minuman yang masih boleh dikonsumsi.

4. Jangan Mencoba Mengakali Tes Alkohol

Ada aturan yang cukup spesifik mengenai pemeriksaan. Seseorang yang diduga mengemudi dalam keadaan mabuk dilarang melakukan tindakan setelah berkendara yang bertujuan menyulitkan pengukuran, termasuk minum alkohol tambahan untuk memengaruhi hasil tes. Ketentuan mengenai tindakan mengganggu pengukuran ini tercantum dalam Road Traffic Act.

Bagi turis, cara paling sederhana adalah tidak mengemudi setelah minum. Gunakan subway, bus, atau taksi, dan jangan mengganti mobil dengan sepeda setelah mengonsumsi alkohol.

5. Aturan Membawa Alkohol dari Luar Negeri

Jika membawa wine, whisky, atau minuman lain dari Indonesia, perhatikan ketentuan bea cukai. Alkohol memiliki batas pembebasan bea tersendiri, terpisah dari batas umum barang bawaan wisatawan.

Korea Customs menetapkan alkohol bebas bea dengan total volume maksimal 2 liter dan total nilai maksimal US$400. Wisatawan di bawah 19 tahun berdasarkan tahun kelahiran tidak memperoleh pembebasan bea untuk alkohol. Jika jumlah atau nilainya melebihi batas, perhatikan kewajiban deklarasi dan bea yang berlaku. Deklarasi sukarela atas barang yang melebihi batas juga memiliki ketentuan pengurangan bea.

Barang yang melewati batas bebas bea tidak otomatis berarti dilarang masuk, tetapi kewajiban kepabeanan tetap harus dipenuhi. Karena ketentuan perjalanan dapat diperbarui, wisatawan sebaiknya memeriksa informasi terbaru sebelum berangkat. Batas tersebut merupakan ketentuan pembebasan bea, bukan batas maksimal seseorang boleh membawa minuman dalam semua keadaan.

Baca juga: Makanan-Makanan yang Dilarang Dibawa ke Korea Selatan

Liburan ke Korea dengan Paket Tour Lengkap FX-Travelindo!

Setelah memahami aturan minum alkohol di Korea, wisatawan dapat menikmati kuliner dan suasana lokal dengan lebih nyaman. FX-Travelindo menyediakan paket Korea 5–6 hari dengan fasilitas lengkap dan opsi pembayaran DP.

Pilihannya mencakup Seoul–Seoraksan Rp13.590.000/pax hingga Desember 2026, Seoul–Lotte World Rp14.990.000/pax pada Desember 2026, serta Busan Rp13.990.000/pax dengan keberangkatan Oktober–November 2026. 

Ada juga Seoul–Itaewon Rp10.990.000/pax untuk September 2026–Maret 2027, keliling Seoul 5 hari Rp9.990.000/pax untuk September 2026–Juli 2027, dan halal tour Korea 6 hari Rp13.990.000/pax pada Oktober 2026, Januari, Maret, April, dan Juli 2027.

Dengan pilihan destinasi dan jadwal yang beragam, perjalanan dapat disesuaikan dengan rencana liburan. Jika membutuhkan informasi fasilitas, jadwal, maupun opsi DP, hubungi FX-Travelindo sebelum menentukan paket yang sesuai.

Konsultasi Gratis Di Sini!

Share: