
Jika Anda sedang merencanakan liburan dan bertanya ke China turun di bandara apa, jawabannya bergantung pada kota tujuan dan rute penerbangan yang dipilih. Ada bandara yang menjadi pintu masuk utama untuk penerbangan internasional, ada pula yang lebih cocok untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi tertentu. Berikut penjelasannya!
Baca juga: Jangan Sampai Bawa Barang ini jika Tidak ingin Macet di Pengecekan Bagasi
Ke China Turun di Bandara Apa?
Beberapa bandara yang dapat menjadi tujuan apabila Anda masih bingung ke China turun di bandara apa.
1. Beijing Capital (PEK) dan Beijing Daxing (PKX)

Beijing memiliki dua bandara utama. Beijing Capital International Airport (PEK) merupakan bandara internasional yang sudah lama menjadi salah satu gerbang penerbangan utama menuju ibu kota China. Sementara itu, Beijing Daxing International Airport (PKX) merupakan bandara yang lebih baru dengan terminal besar dan desain modern.
Keduanya dapat digunakan untuk mengunjungi Tembok Besar China, Forbidden City, dan Tiananmen Square. Namun, lokasi serta pilihan transportasi dari masing-masing bandara berbeda. Periksa kode bandara pada tiket sebelum menentukan hotel dan transportasi menuju pusat kota.
2. Shanghai Pudong (PVG) dan Shanghai Hongqiao (SHA)

Shanghai Pudong International Airport (PVG) merupakan pilihan penting untuk penerbangan internasional jarak jauh. Di sisi lain Shanghai Hongqiao International Airport (SHA) lebih banyak melayani penerbangan domestik, meskipun tersedia pula rute internasional tertentu.
Keduanya dapat menjadi akses menuju The Bund, Nanjing Road, dan kawasan perkotaan Shanghai. Jika Anda datang dari Indonesia, perhatikan apakah tiket berakhir di PVG atau SHA. Jangan menganggap kedua bandara berada di lokasi yang sama karena perpindahan di antara keduanya membutuhkan waktu dan biaya tambahan.
Baca juga: Wisata-Wisata Terkenal di Shanghai
3. Chongqing Jiangbei (CKG)

Chongqing Jiangbei International Airport (CKG) melayani Chongqing, kota yang terkenal dengan lanskap perkotaan bertingkat, Hongyadong, Jiefangbei, dan Liziba. Bandara ini juga dapat menjadi titik awal perjalanan menuju destinasi lain di China bagian barat daya.
Jika ingin mengunjungi Fenghuang atau Zhangjiajie, Anda perlu menyiapkan transportasi lanjutan sesuai rute perjalanan. Kedua destinasi tersebut bukan berada tepat di sebelah bandara Chongqing, sehingga jadwal perjalanan antarkota perlu diperhitungkan.
Baca juga: Wisata Ikonik di Chongqing
4. Chengdu Tianfu (TFU) dan Chengdu Shuangliu (CTU)

Chengdu memiliki dua bandara utama, yakni Tianfu (TFU) dan Shuangliu (CTU). Tianfu menangani banyak penerbangan internasional maupun domestik, sedangkan Shuangliu tetap melayani penerbangan, terutama rute domestik.
Keduanya dapat menjadi pintu masuk untuk wisata kuliner Sichuan dan kunjungan ke pusat konservasi panda raksasa. Karena letak kedua bandara berbeda, periksa kode bandara pada tiket dan sesuaikan dengan lokasi penginapan serta jadwal kegiatan.
Baca juga: Tempat Melihat Panda di Chengdu
5. Guangzhou Baiyun (CAN)

Guangzhou Baiyun International Airport (CAN) melayani Guangzhou di Provinsi Guangdong, China selatan. Bandara ini cocok bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Canton Tower, kawasan Zhujiang New Town, dan berbagai destinasi di wilayah sekitarnya.
Guangzhou juga dapat menjadi titik transit menuju kota lain. Namun, jika tujuan utama Anda berada jauh dari wilayah selatan, bandingkan biaya serta waktu perjalanan lanjutan sebelum memutuskan untuk tiba di sini.
Baca juga: Wisata Menarik di Guangzhou
6. Harbin Taiping (HRB)

Harbin Taiping International Airport (HRB) melayani Harbin di China timur laut. Kota ini terkenal dengan suasana musim dingin, bangunan bergaya Eropa di Central Street, serta festival patung es yang digelar pada periode tertentu.
Harbin cocok bagi wisatawan yang memang ingin merasakan musim dingin. Karena suhu dapat sangat rendah, perhatikan waktu kedatangan, kondisi cuaca, dan transportasi dari bandara menuju hotel.
7. Xi’an Xianyang (XIY)

Xi’an Xianyang International Airport (XIY) melayani Xi’an, kota bersejarah yang terkenal dengan situs Terracotta Army, Xi’an City Wall, dan kawasan Muslim Quarter. Bandara ini cocok untuk wisatawan yang ingin mengenal sejarah China tanpa harus memulai perjalanan dari Beijing atau Shanghai.
Bandara Mana yang Umum Digunakan untuk Penerbangan dari Indonesia?
Untuk menentukan ke China turun di bandara apa, wisatawan Indonesia sebaiknya memulai pencarian dari kota tujuan dan penerbangan yang tersedia. Beijing dan Shanghai merupakan pilihan yang relevan untuk diperiksa karena memiliki koneksi penerbangan internasional dari Jakarta.
Namun, kota tujuan lain seperti Xiamen, Chengdu, dan Guangzhou juga dapat dijangkau melalui rute yang sesuai. Beberapa maskapai yang bisa dipertimbangkan antara lain:
- Air China: melayani penerbangan nonstop Jakarta–Beijing pada jadwal tertentu.
- Garuda Indonesia dan China Eastern Airlines: dapat dipertimbangkan untuk rute Jakarta–Shanghai, dengan ketersediaan penerbangan nonstop bergantung pada jadwal.
- Malaysia Airlines: menawarkan penerbangan dari Indonesia menuju China melalui Kuala Lumpur. Dari hub tersebut, tersedia koneksi ke sejumlah kota China, termasuk Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Chengdu.
- Xiamen Airlines: melayani penerbangan nonstop Jakarta–Xiamen (XMN) pada jadwal tertentu. Maskapai ini juga memiliki jaringan penerbangan domestik di China yang dapat digunakan untuk menyusun perjalanan lanjutan.
- China Southern Airlines: dapat menjadi pilihan untuk penerbangan menuju Guangzhou maupun koneksi ke kota lain, bergantung pada rute yang tersedia.
Tidak ada satu bandara yang bisa dipastikan paling banyak digunakan wisatawan Indonesia tanpa data penumpang yang representatif. Karena itu, bandingkan pilihan penerbangan berdasarkan kota keberangkatan, destinasi, durasi perjalanan, dan jadwal yang tersedia. Perlu diingat, rute dan frekuensi penerbangan dapat berubah mengikuti periode perjalanan.
Baca juga: Cara Mudah Menemukan Makanan Halal di China
Apakah Penerbangan dari Indonesia ke China Harus Transit?
Tidak selalu. Sejumlah rute menyediakan penerbangan nonstop, sedangkan rute lain memerlukan transit. Pilihan tersebut bergantung pada kota tujuan, maskapai, dan tanggal keberangkatan.
| Rute atau maskapai | Gambaran penerbangan |
| Jakarta–Beijing (PEK) | Tersedia penerbangan nonstop pada jadwal tertentu, antara lain oleh Air China. |
| Jakarta–Shanghai (PVG) | Periksa jadwal penerbangan nonstop dan pilihan transit sesuai tanggal perjalanan. |
| Jakarta–Xiamen (XMN) | Tersedia penerbangan nonstop oleh Xiamen Airlines pada jadwal tertentu. |
| Indonesia–China via Kuala Lumpur | Malaysia Airlines menawarkan koneksi melalui Kuala Lumpur sebelum melanjutkan penerbangan ke kota tujuan di China. |
| Chengdu, Chongqing, Harbin, atau Xi’an | Pilihan rute bergantung pada tanggal; sebagian perjalanan mungkin memerlukan transit atau penerbangan lanjutan. |
Jika penerbangan Anda transit di Kuala Lumpur, misalnya, alurnya adalah berangkat dari Indonesia, tiba di Kuala Lumpur, kemudian melanjutkan penerbangan ke China. Pastikan waktu perpindahan antarpesawat cukup dan ikuti petunjuk transfer di bandara.
Untuk tiket dalam satu pemesanan, bagasi umumnya dapat diteruskan ke tujuan akhir jika seluruh segmen memenuhi ketentuan maskapai. Namun, pada tiket terpisah, Anda mungkin harus mengambil bagasi dan melakukan check-in kembali. Periksa ketentuan ini sebelum membeli tiket.
Setelah tiba di China, penumpang menjalani pemeriksaan imigrasi dan bea cukai sesuai aturan yang berlaku. Jika perjalanan melibatkan negara transit, periksa pula persyaratan transit berdasarkan kewarganegaraan dan rute Anda.
Baca juga: Cara ke China Menggunakan Visa Transit
Tips Memilih Bandara dan Penerbangan ke China
Sebelum memesan tiket, pertimbangkan beberapa hal berikut agar perjalanan lebih nyaman.
- Cocokkan bandara dengan itinerary. Pilih bandara yang paling sesuai dengan kota pertama yang ingin dikunjungi.
- Bandingkan total waktu perjalanan. Tiket murah belum tentu paling praktis jika waktu transit terlalu panjang.
- Periksa kode bandara. Beijing memiliki PEK dan PKX, Shanghai memiliki PVG dan SHA, sedangkan Chengdu memiliki TFU dan CTU.
- Cek aturan bagasi. Pastikan apakah bagasi diteruskan otomatis atau perlu diambil saat transit.
- Siapkan dokumen perjalanan. Periksa ketentuan visa, izin masuk, dan persyaratan transit sesuai kewarganegaraan serta rute.
- Pertimbangkan bandara kepulangan. Jika perjalanan mencakup beberapa kota, Anda dapat membandingkan opsi pulang dari kota terakhir agar tidak perlu kembali ke titik awal.
Dengan memperhatikan faktor tersebut, Anda dapat memilih penerbangan berdasarkan kebutuhan perjalanan, bukan sekadar harga tiket.
Baca juga: Hal yang Harus Dipahami sebelum ke China
Jelajahi China dengan Paket Tour FX-Travelindo!
Jika ingin menjelajahi China tanpa menyusun seluruh perjalanan sendiri, FX-Travelindo menyediakan pilihan paket tour dengan fasilitas lengkap dan opsi pembayaran DP.
| Paket tour | Harga mulai |
| Beijing–Shanghai | Rp12,99 jutaan |
| Chongqing–Fenghuang–Zhangjiajie | Rp12,99 jutaan |
| Chengdu | Rp11,59 jutaan |
| Harbin | Rp21,99 jutaan |
Setiap paket menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari wisata sejarah dan kota modern hingga pemandangan alam serta suasana musim dingin. Bandara kedatangan dan kepulangan mengikuti itinerary serta jadwal keberangkatan masing-masing paket.
Hubungi kami untuk mendapatkan informasi jadwal, rincian fasilitas, dan ketentuan pembayaran DP. Bersama FX-Travelindo, Anda dapat merencanakan liburan ke China dengan lebih praktis sesuai destinasi yang diinginkan.